Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 11:19 WIB

Ini Manfaat Tol Soreang-Pasir Koja yang Telan Dana Rp 1,5 T

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ini Manfaat Tol Soreang-Pasir Koja yang Telan Dana Rp 1,5 T Foto: Wisma Putra
Jakarta - Tol Soreang-Pasir Koja segera dioperasikan menyusul dilakukannya uji laik operasi pada tol sepanjang 8,15 km itu. Tol ini akan menyambungkan daerah Soreang di Kabupaten Bandung dan Pasir Koja yang terletak di Kota Bandung.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, tol ini akan membuka akses baru bagi orang-orang yang selama ini ingin keluar dari wilayah Kabupaten Bandung menuju Cirebon atau Jakarta namun kerap terkendala oleh sempitnya jalan akses di wilayah tersebut.

"Jadi ini jadi jalan utama untuk yang dari Kabupaten Bandung yang di Selatan, kalau mau ke luar, ke Cirebon, Jakarta yang selama ini mandek kalau mau ke sana karena jalannya sempit. Nah sekarang mereka bisa dengan mudah keluar," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Salah satu jalan tol yang masuk ke dalam infrastruktur prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pun diyakini akan menjadi akses penting bagi masyarakat.


Soreang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri rumahan untuk produk-produk pakaian. Namun, selama ini rute Bandung-Soreang harus melewati ruas jalan raya yang sering macet. Sehingga memerlukan waktu yang lama bila menggunakan kendaraan roda empat dari kota hingga kabupaten Bandung atau sebaliknya.

"Yang pasti terhubungnya Bandung dengan kabupatennya ini jadi membuka isolasi. Dalam artian, dengan jalan yang ada tadi aksesibilitasnya sangat rendah, dengan ini dibuka akan sangat lancar jalannya," ungkap Herry.

Dengan beroperasinya tol Soroja, waktu tempuh dari Soreang menuju Kota Bandung maupun sebaliknya akan lebih singkat. Dengan begitu, diharapkan terjadinya percepatan pembangunan dan perekonomian karena waktu yang ditempuh menuju kota Bandung otomatis akan tereduksi.


Tol dengan biaya investasi Rp 1,5 triliun ini sendiri sempat molor beberapa kali waktu pengoperasiannya. Pada proyeksi awal tahun ini, BPJT memperkirakan tol ini bisa beroperasi di bulan April 2017. Kemudian molor ke pertengahan 2017.

Menjelang akhir tahun, pekerjaan konstruksi tol ini baru bisa rampung. Sejumlah kendala mengenai lokasi akses proyek dan kendala cuaca diyakini menjadi penyebabnya. (eds/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed