Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 09 Des 2017 10:07 WIB

Lika-liku Biaya Proyek LRT Jabodebek Hingga Disepakati Rp 29,9 T

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Halaman 1 dari 6
Foto: Grandyos Zafna. Foto: Grandyos Zafna.
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan skema pembiayaan dari proyek kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Nilai investasi proyek LRT ini diputuskan sebesar Rp 29,9 triliun atau turun dari sebelumnya disebut bakal membengkak jadi Rp 31 triliun.

Proyek yang sudah dimulai sejak tahun 2015 ini akhirnya memiliki skema pembiayaan yang jelas dan keputusan mengenai pengembalian investasi untuk badan usaha yang telah menjalankan proyek penugasan ini.


Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir bersamaan menyampaikan ini di malam hari usai menghadiri pelantikan Panglima baru TNI.

"Hari ini kita berempat memberikan keterangan karena banyak cerita tentang LRT ini. Dan juga tentu saja BUMN baik Adhi Karya dan juga Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki peran penting dalam pembangunan transportasi Indonesia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat menghadiri konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat malam (8/12/2017).


Dalam proyek ini, Adhi Karya akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 triliun. Sedangkan PT KAI mendapatkan Rp 7,6 triliun. Sedangkan sisanya melalui pinjaman KAI ke pihak perbankan sebesar Rp 18,1 triliun. Selain itu Adhi Karya juga rights issue atau penerbitan saham baru dan investasi sebesar Rp 4,2 triliun. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed