Follow detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 11:51 WIB

Uang Rp 405 T LRT Ratu Prabu Bisa untuk Bangun 3.300 Km Tol

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Luthfy Syahban/Infografis Foto: Luthfy Syahban/Infografis
Jakarta - Selain bisa membangun ratusan pos lintas batas negara (PLBN) megah dan juga 700-an kilometer (km) jalur kereta kencang, biaya pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta yang diinisiasi PT Ratu Prabu juga bisa membangun ribuan km jalan tol dengan konstruksi struktur bawah atau tanah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikFinance di Jakarta, Selasa (9/1/2018), lewat dana sebesar Rp 405 triliun, jalan tol dengan konstruksi struktur bawah atau di tanah pun bisa dibangun dengan panjang mencapai 3.319 km. Panjang jalan tol ini setara dengan tiga kali panjang jalan tol Trans Jawa dari Merak menuju Banyuwangi yang panjangnya sekitar 1.000 km. Atau bahkan 1,5 kali dari panjang jalan tol Trans Sumatera yang menyambungkan Lampung dan Aceh.

Panjang jalan tersebut didapat dengan mengambil patokan biaya pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172,90 km yang senilai Rp 21,07 triliun.


Selain itu, dengan dana sebesar Rp 405 triliun, maka jalan tol dengan struktur layang bisa dibangun mencapai panjang 910 km. Panjang tersebut didapat dengan patokan biaya pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II elevated yang sepanjang 36 kilometer, dibutuhkan investasi sebesar Rp 16 triliun.

Seperti diketahui, PT Ratu Prabu berniat membangun moda transportasi LRT di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp 405 triliun. Nilai investasi yang sangat besar tersebut diperkirakan akan membangun 400 km jalur LRT di sejumlah penjuru Jakarta dan kota sekitarnya.


Pembangunan moda transportasi dengan nilai investasi fantastis tersebut bahkan direncanakan mulai dibangun mulai 2019. Presiden Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), B. Bur Maras mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menyelesaikan administrasi terkait pendanaan dari perbankan yang diakuinya tertarik membiayai proyek LRT itu.

"Tahun ini surat menyurat bank-bank, setahun setengah (kemudian) baru mulai konstruksi di 2019 kalau cepat. Kita usahakan setahun selesai administrasinya," katanya saat berbincang dengan detikFinance di kantornya Gedung Ratu Prabu 1 beberapa waktu lalu. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed