Follow detikFinance
Rabu, 10 Jan 2018 08:35 WIB

LRT Ratu Prabu: Tiket Rp 20.000 Hingga Pinjaman China Tanpa Jaminan

Danang Sugianto - detikFinance
1 Presdir Benarkan Ratu Prabu Energi yang akan Garap Proyek LRT
Halaman 2 dari 5
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo

Presiden Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk B. Bur Maras membenarkan bahwa emiten berkode ARTI itu yang nantinya akan menggarap proyek Light Rail Transit (LRT) tambahan di Jabodetabek. Meskipun sebelumnya perseroan menegaskan bahwa itu merupakan proyek sang induk yakni PT Ratu Prabu.

Bur Maras menjelaskan, memang pada tahap awal saat ini yang menginisiasi proyek LRT sepanjang 400 km itu melalui bendera PT Ratu Prabu.

"Jadi memang pada saat proses negosiasi ini induknya dulu," terangnya di Gedung Ratu Prabu 1, Jakarta.

Bur Maras menjelaskan rencana pembangunan LRT tersebut saat ini masih dalam tahap permohonan izin dari pemerintah. Seiring dengan itu pihaknya juga mencari pihak yang mau mendanai proyek yang diperkirakan membutuhkan dana mencapai Rp 405 triliun.

"Sementara feasibility study selesai 2 bulan yang lalu. Itu prosesnya 1,5 tahun yang dilakukan oleh Bechtel Corporation, itu perusahaan ternama dari AS," terangnya.

Saat ini pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya dirinya akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

"Kami belum dapat (izin) dari pemerintah. Kalau secara verbal mereka menerima, tapi saya butuh tertulisnya. Seperti Wagub (DKI Jakarta), dia tidak mau kasih kalau belum ada dari Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan juga enggak mau kasih kalau belum dari Kemenko Maritim. Makanya kita mau ketemu pak Luhut," terangnya.

Jika izin sudah dikantongi, kata Bur Maras, pihaknya akan mulai mencari pendanaan. Meskipun menurutnya dari 3 perbank asal Jepang, China dan Korea Selatan, perbankan dari China sudah menyatakan minatnya.

Setelah itu pihaknya akan membentuk perusahaan konsorsium dengan pihak-pihak terkait lainnya. Nah saat itu kata, Bur, yang akan tergabung didalamnya adalah PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI).

"Jadi ujungnya tetap Ratu Prabu Energi. Karena memang harus berbadan hukum yang benar itu Ratu Prabu Energi," tegasnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed