Follow detikFinance
Kamis 08 Feb 2018, 18:30 WIB

Tarif Tol Padaleunyi Naik Hingga Rp 1.000 Minggu Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Tarif Tol Padaleunyi Naik Hingga Rp 1.000 Minggu Depan Foto: Wisma Putra
Jakarta - Selain tol Cipularang, penyesuaian tarif tol lainnya yang akan berlaku minggu depan adalah Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi). Penyesuaian tarif tol pada ruas jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga tersebut mulai diterapkan tanggal 15 Februari 2018 pukul 00.00, yang diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR No. 96/KPTS/M/2018 Tentang Penyesuaian Tarif Jalan Tol Padalarang-Cileunyi.

Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, penyesuaian dan evaluasi tarif tol ini sejatinya dilakukan pada November lalu. Namun karena adanya evaluasi kembali standar pelayanan minimum (SPM) ruas tol tersebut, penyesuaian pun mengalami penundaan. Penyesuaian sendiri terakhir kali dilakukan pada Oktober 2015.

"Kenaikan tarif ini dihitung berdasarkan laju inflasinya sesuai besaran inflasi Oktober 2015-September 2017. Sesuai surat Plt Direktur Statistik Harga BPS, untuk wilayah Bandung inflasinya 6,3%. Akibat inflasi itu, untuk kenaikannya golongan I rata-rata Rp 500," katanya dalam jumpa pers di kantor Jasa Marga, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Tarif tol pada ruas ini tercatat mengalami penyesuaian rata-rata Rp 500 untuk golongan I dan Rp 1.000 untuk golongan II ke atas. Namun demikian, Subakti mengatakan, untuk ruas ini tidak semuanya mengalami kenaikan pada setiap golongan.

"Setelah dihitung penyesuaian tarifnya, tidak semua naik. Contohnya Padalarang-Baros, Padalarang-Batu, Padalarang-Pasir Koja," ungkapnya.


Adapun penyesuaian tarif ini dilakukan setiap dua tahun sekali yang dihitung berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 Pasal 68 tentang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2013, menyebutkan bahwa evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap 2 tahun oleh BPJT, berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan laju inflasi di wilayah tertentu.

Tarif tol awal dihitung berdasarkan kemampuan bayar pengguna jalan tol, besar keuntungan biaya operasi kendaraan, dan kelayakan investasi. Sedangkan perhitungan usulan tarif tol dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang kemudian dievaluasi oleh BPJT berdasarkan data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua tahun terakhir.

Sejumlah upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh Jasa Marga bagi ruas Cipularang hingga akhir 2018 di antaranya menambah dua gardu pada Gerbang Tol (GT) Buah Batu, penambahan lajur Ruas Buah Batu-Cileunyi Jalur A sepanjang 12 Km, serta perbaikan dan estetika jembatan pada Ruas Jalan Tol Padaleunyi.

Ada pula pergantian lampu PJU (lampu SL) menjadi lampu LED, penanganan genangan pada Km 130+600 Jalur A dan B Ruas Padaleunyi, renovasi GT Pasirkoja, GT Kopo, dan GT Moh. Toha, memperkuat lereng Km 91 dan Km 92 pada Ruas Jalan Tol Cipularang, serta meningkatkan layanan dan sarana prasarana lalu lintas lainnya. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed