Follow detikFinance
Jumat, 09 Feb 2018 11:06 WIB

Pekerja Padat Karya Cash Jokowi di Sumbar Dapat Rp 130.000/Hari

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Tanah Datar - Program padat karya cash menjadi program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memacu daya beli masyarakat. Program ini pun sudah mulai berjalan di beberapa titik di Sumatera Barat.

Seperti di Kabupaten Tanah Datar, ada beberapa desa di kabupaten ini yang sudah menjalankan proyek ini. Salah satunya di Desa Sitakuak, Nagari Gurun yang membangun jalan setapak sepanjang 1.060 meter dalam rangka pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW).

"Jadi ini lebih untuk mendukung petani untuk memiliki akses jalan. Mereka bisa mengurangi beban biaya," kata Kepala Satker PKP Sumbar, Zuherman di Tanah Datar, Sumbar, Jumat (9/2/2018).


Jalan tersebut dibangun melintasi kawasan persawahan yang membuka akses dari desa Sitakuak menuju jalan utama. Ada sekitar 600 KK di desa tersebut.

Untuk pengerjaannya dilakukan oleh warga setempat yang terdiri dari 2 tukang, 1 mandor dan 63 orang pekerja yang kira-kira rampung dalam waktu 3 bulan. Untuk tukang dan mandor diberikan upah Rp 130.000 per hari, sementara pekerja Rp 110.000 per hari yang dibayarkan setiap minggunya.

Menurut Zuherman, masyarakat setempat tidak hanya mendapatkan pemasukan tambahan tapi juga efisiensi dari adanya jalan tersebut. Biasanya pada saat musim panen petani harus mengeluarkan uang jasa pengangkutan gabah per karungnya Rp 10.000.

"Sekarang dengan adanya jalan ini biayanya cuma Rp 2.000, karena tidak lagi dipanggul bisa didorong pakai alat. Jadi ada penghematan Rp 8.000," tambahnya.


Di desa ini terbentang 195 hektar sawah yang dimiliki oleh sekitar 400 petani, rata-rata petani di sini memiliki setengah hektar sawah. Pada saat masa panen, biasanya per hektar sawah di sini bisa menghasilkan 6 ton gabah kering atau sekitar 80 karung.

Jika satu petani memiliki setengah hektar, maka sekali panen dia bisa menghasilkan 40 karung dan harus mengeluarkan biaya jasa angkut Rp 400.000. Jika jalan setapak itu sudah rampung maka diperkirakan petani hanya akan mengeluarkan Rp 80.000 saja.

Sekadar informasi, program PISEW ini dilakukan di 31 titik di daerah Sumbar. Untuk satu titiknya diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 600 juta, termasuk upah pekerja. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed