Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 03 Mar 2018 12:30 WIB

Jalan Perbatasan Papua 1.098 Km, Bisakah Rampung di 2019?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Jalan paralel perbatasan Papua sepanjang 1.098,24 km belum bisa tuntas tersambung di 2019 mendatang. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiady Moerwanto, mengatakan, pemerintah belum bisa menuntaskan pembangunan jalan perbatasan Papua lantaran adanya keterbatasan dana.

Untuk itu, pihaknya harus memilih prioritas yang bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat terlebih dahulu. Jalan Trans Papua pun dipilih untuk lebih dulu dituntaskan pada 2019 nanti.


"Kita inginnya 2019, tapi kan dana yang tersedia tidak mencukupi. Kami semua harus fokus ke mana yang lebih cepat memberi dampak ekonominya. Akhirnya kita pilih Trans Papuanya yang semuanya tembus dulu," kata Arie saat ditemui di Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, seperti dikutip Sabtu (3/3/2018).

Jalan perbatasan Papua yang paralel dengan jalan Trans Papua saat ini sudah tersambung secara total sepanjang 890,6 km. Bina Marga menargetkan agar pembangunan jalan perbatasan Papua saat ini setidaknya bisa tersambung dulu ke Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Kemarin disurvei oleh Pak Direktur Pembangunan sudah tembus. Ada beberapa jembatan yang masih harus pakai kayu dan turun masuk sungai. Saya sudah instruksikan untuk buat jembatan-jembatan yang kurang dari 20 meter menggunakan teknologi yang corrugated steel structure seperti di Antapani. Kebetulan Krakatau Steel dan Bukaka sudah memproduksi itu," terang Arie.


"Yang sungainya lebih lebar tapi banjirnya jarang, kita akan bangun jembatan yang bisa masuk naik ke dalam sungai. Kalau sungainya pas meluap, ya kita tunggu dulu. Kalau sudah surut, dia bisa dilewati. Dan itu tidaknya di Indonesia, di Australia pun seperti itu," tambahnya.

Kebutuhan pendanaan untuk menuntaskan jalan perbatasan di Provinsi Papua yang belum tembus cukup besar. Dana sekitar Rp 5,9 triliun diperkirakan menjadi kebutuhan menuntaskan kurang lebih 200 km lagi jalan perbatasan yang belum tembus.


Dana tersebut terutama untuk membiayai upaya pembukaan kawasan hutan yang bakal menjadi jalan dan saat ini masih belum tersambung, karena masih tertutup hutan. Ada juga kendala kondisi permukaan tanah berbukit yang terlalu terjal bila dibangun jalan di atasnya.

Adapun seluruh jalan di perbatasan yang telah dibangun saat ini belum seluruhnya dilapisi aspal. Masih ada juga yang sebatas pengerasan tanah dan berupa urukan. (eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed