Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Sep 2018 09:45 WIB

Dicari Investor Garap Bandara Komodo Rp 3 T, Mau?

Danang Sugianto - detikFinance
1 Tawarkan Bandara Komodo, Para Investor Dikumpulkan
Halaman 2 dari 5
Foto: Wahyu Daniel Foto: Wahyu Daniel

Kemarin Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) bersama dengan Kementerian Perhubungan menggelar market sounding atau penjajakan pasar dengan mengumpulkan sekitar 150 calon investor dan konsultan.

Plt Deputi Bidang Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo menjelaskan, acara yang digelar hari ini merupakan tahap awal untuk memperkenalkan proyek pengembangan Bandara Komodo kepada para calon investor. Sehingga investor bisa mengenal lebih dulu proyeknya sebelum mengikuti proses tender.

"Manfaatnya tidak hanya bagi pemerintah, pemilik proyek, tapi juga pasar atau calon investor karena dapat informasi proyek jauh sebelum proses tender," tuturnya di Gedung BKPM, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Proyek pengembangan Bandara Komodo sendiri ditaksir membutuhkan dana sebesar Rp 3 triliun. Angka itu terbagi dalam kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,17 triliun dan untuk biaya operasional (operational expenditure/opex) sebesar Rp 1,83 triliun.

Pemerintah menawarkan proyek ini dalam bentuk skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Adapun cakupan proyek yang dikerjasamakan yakni mulai dari pembangunan, pengoperasian hingga pemeliharaan fasilitas.

Bandara Komodo sendiri rencananya akan dikembangkan mulai dari perpanjangan runaway menjadi 200 meter, pelapisan jalur runaway, perluasan terminal kedatangan, terminal cargo dan fasilitas-fasilitas lainnya.

"Kami harap bandara ini bisa menunjang fasilitas yang berkualitaa untuk turis manca negara," tuturnya.

Investor nantinya akan mendapatkan pengembalian investasi dari tarif yang dihasilkan. Untuk masa konsesi yang didapat mencapai 25 tahun.

"Pemerintah juga memberikan penjaminan risiko melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia," tambah Wisnu.

Dari 150 investor yang hadir terdiri BUMN dan perusahaan swasta baik lokal maupun asing. Beberapa yang hadir di antaranya GVK Servicea Indonesia, GMR Airport, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Dirgantara Petroindo Raya, PT Cardig Aero Services Group, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, PT Sojitz Indonesia, PT PP, Astra Infrastructure, Mitsubishi Corporation, Hyundai Engineering Co Ltd, China Construction Eighth Engineering Division Corp Ltd, Bang of Tokyo-Mitsubishi UFJ dan beberapa investor lainnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed