Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Sep 2018 14:00 WIB

Tapal Batas

Perbandingan Pos Batas Indonesia dan Papua Nugini, Bagus Mana?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Tempat-tempat wisata di sekitar tapal batas Skouw (Danu Damarjati/detikcom) Foto: Tempat-tempat wisata di sekitar tapal batas Skouw (Danu Damarjati/detikcom)
Skouw - Di ujung timur Indonesia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw di Distrik Muara Tami telah berdiri megah. PLBN Skouw merupakan salah satu beranda Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

PLBN Skouw berdiri saling menghadap dengan pos perbatasan milik Papua Nugini. Lantas, lebih bagus mana pos perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini? Begini perbandingannya.

Pada Kamis (6/9/2019), tim Tapal Batas detikcom berada di lokasi perbatasan kedua negara, antara PLBN Terpadu Skouw, Distrik Muara Tami, Papua dan Pos Perbatasan Vanimo, Papua Nugini.

Keduanya dipisahkan oleh gerbang masing-masing perbatasan dan area netral yang ada di antara gerbangnya. Orang-orang banyak lalu-lintas di titik perbatasan ini.

Area netral Indonesa dengan Papua NuginiArea netral Indonesa dengan Papua Nugini Foto: Fadhly F Rachman
PLBN Skouw nampak megah menjulang. Desain Gedung PLBN Skouw ini mengusung budaya lokal Papua dengan mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau, atau green building bahasa bekennya.

Bila datang dari arah Papua Nugini, pertama-tama pengunjung akan melihat gerbang perbatasan Indonesia yang berdiri tinggi yang dilengkapi dengan dua pagar besar.

Selai tinggi, warna gerbang juga cukup mencolok. Warnanya merah-putih, menyerupai warna bendera Indonesia. Di bagian tengah, ada logo Garuda yang cukup besar. Sementara di kanan dan kiri gerbang dihiasi bendera kebanggaan Ibu Pertiwi.

Gerbang perbatasan IndonesiaGerbang perbatasan Indonesia Foto: Muhammmad Ridho
PLBN Skouw berdiri di atas lahan dengan luas total mencapai 10,7 hektar, luas bangunan secara keseluruhan mencapai 7.619 meter persegi yang terbagi dalam beberapa zona.

Ketika melewati gerbang, tentara dengan sigap berjaga di tapal batas tersebut. Saat menengok ke kanan, ada mercusuar yang menjulang tinggi. Lengkap dengan bendera Indonesia berukuran raksasa. Dari atas mercusuar, akan nampak indahnya pemandangan tanah perbatasan Papua.

Kemudian menengok ke kiri, ada pos yang biasa digunakan untuk melakukan pemeriksaan atau angkutan barang bagi warga papua yang menunggu barang belanjaan dari negeri sebelah. Biasanya, pos itu banyak dipenuhi dengan mama-mama yang menunggu buah pinang dari Papua Nugini.

Melangkah lebih jauh, pendatang akan sampai di titik utama PLBN Skouw. Bangunannya sangat ikonik, lengkap dengan tulisan 'SKOUW Border Post Of The Republic Indonesia' dan warna khas bendera Indonesia.

PLBN SkouwPLBN Skouw Foto: Fadhly F Rachman
Pelintas akan diperiksa oleh petugas Imigrasi di sana. Tersedia jalur pedesterian yang belum sepenuhnya jadi. Jalur pedestrian ini terhubung ke gedung utama. Gedung utama terdiri dari dua bagian, yakni untuk kedatangan dan keberangkatan. Dalam gedung itu terdapat layanan keimigrasian dan bea cukai.

Sampai di ujung PLBN, layanan perbankan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk berdiri menyendiri di sana. BRI merupakan satu-satunya perbankan yang memberikan layanan di kawasan perbatasan itu.

Layanan yang disediakan BRI ialah penukaran uang atau money changer, dan layanan penarikan uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Orang-orang sangat bergantung pada layanan perbankan yang disediakan BRI di sana.

BRI di perbatasanBRI di perbatasan Foto: Muhammad Ridho
Lepas dari Skouw, mari melangkah ke Vanimo. Tak perlu paspor bila hanya berkunjung ke wilayah perbatasan. Secara umum, pos perbatasan milik Papua Nugini ini jauh lebih sederhana dibanding Skouw. Di pagar-pagar pos bahkan beberapa orang ada yang berjualan pakaian bertuliskan PNG.

Pemeriksaan di Pos Papua NuginiPemeriksaan di Pos Papua Nugini Foto: Fadhly F Rachman
Di bagian pagar ada tulisan 'Welcome To Papua New Guinea International Border'. Uniknya, saat melintas, di sebelah kanan wilayah Vanimo berdiri megah menara jaringan telepon seluler berwarna merah-putih.

Menara itu diketahui milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemerintah Indonesia. Itu Telkomsel punya. Tapi berdiri di wilayah Papua Nugini. Tak heran jaringan Telkomsel cukup kuat di sana.

Menara TelkomselMenara Telkomsel di Papua Nugini Foto: Fadhly F Rachman
Melangkah lebih jauh, terdapat terminal di area perbatasan tersebut. Terminal yang sangat sederhana, dengan bangunan yang sangat seadanya. Ada mobil-mobil pengangkut barang yang terpakir. Orang-orang juga lalu lalang di sana.

Berkunjung ke sana, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah pantai Vanimo terdekat, dari kejauhan. Untuk melihatnya dari spot yang strategis, pengunjung asal Indonesia akan dikenakan tarif Rp 10.000. Mereka masih menerima pembayaran dengan rupiah di sana. Sayangnya, walau pemandangannya cukup indah, namun spot pemandangan tersebut masih dipenuhi sampah yang berserakan.

Terminal di VanimoTerminal di Vanimo Foto: Fadhly F Rachman
Bila ingin melangkah lebih jauh ke kota terdekat Papua Nugini, diperlukan visa bagi para pengunjung. Begitulah kurang lebih sekilas perbandingan antara kedua pos perbatasan dari masing-masing negara. Mana lebih keren?

Ikuti cerita menarik lainnya mengenai perbatasan Indonesia di Tapal Batas detikcom. (fdl/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed