Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 31 Okt 2018 15:11 WIB

Kereta Cepat JKT-BDG Dijamin Nggak Mangkrak

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dijamin bakal selesai pada 2021 mendatang. Meski sempat terseok-seok di awal, namun seiring dengan kepastian pendanaan dan kemajuan pembebasan lahan, proyek ini dipastikan tidak akan terlantar atau mangkrak.

"Pendanaan dan lahan menjadi garansi proyek ini akan selesai," kata Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra saat berkunjung ke markas detikcom di Gedung Trans Media, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Terakhir, pada September 2018 lalu China Development Bank (CDB) telah mencairkan pinjaman untuk proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) termin II sebesar US$ 274,8 juta atau setara Rp 3,847 triliun. Sebelumnya pihak CDB telah memberikan pinjaman perdana sebesar US$ 170 juta pada akhir April lalu.

Pinjaman tersebut akhirnya dicairkan setelah pembebasan lahan sudah melebihi 52% seperti syarat yang diajukan. Chandra mengakui pada awal pembangunan, proyek ini terkesan tak menemui kepastian lantaran kendala lahan. Namun kini lahan sudah dibebaskan hingga 80%, sehingga proyek ini dijamin tak bakal mangkrak.

"Kami optimistis, kita dikasih waktu 3 tahun kontraktornya. Karena kenapa, kita yang kerja itu kerja pengalaman di China. CRCC (China Railway Construction Corporation) itu kan yang bikin rolling stock-nya di China, kemudian yang terbesar, kemudian sinyalnya," tambah Chandra.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memang sempat mengundang keraguan lantaran dalam waktu hampir tiga tahun sejak groundbreaking, proyek ini tak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Bahkan, proyek ini sempat dijadikan alat serang politikus Roy Suryo dengan menyebut proyek ini sebagai proyek bohongan.

Keraguan akan proyek ini kembali menguat setelah Malaysia baru-baru ini membatalkan proyek high-speed rail (HSR) yang awalnya menjadi kebanggaan rezim Najib Razak. Proyek kereta cepat yang menghubungkan Malaysia dengan Singapura itu tak jadi diteruskan lantaran menemui kesulitan pendanaan.




Tonton juga 'Kapsul Berkecepatan 1.220 km/jam Siap Meluncur 2019':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com