Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Nov 2018 18:40 WIB

Cara Ridwan Kamil Genjot Pembangunan Infrastruktur di Jabar

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar pembangunan infrastruktur di Jawa Barat (Jabar) mengandalkan pendanaan dari perbankan khususnya PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten (BJB). Pernyataan itu pun disambut baik manajemen BJB.

Direktur Utama BJB Ahmad Irfan mengaku mendukung imbauan Ridwan Kamil agar para kepala daerah di Jawa Barat dapat memanfaatkan pinjaman dari BJB untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah.

"Kami sebagai bank yang menjadi agen pembangunan di daerah tentu mendukung sepenuhnya arahan Bapak Gubernur kepada para kepala daerah di Jabar agar memanfaatkan pendanaan dari BJB untuk menopang pelaksanaan pembangunan infrastruktur," tuturnya dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (14/11/2018).


Irfan melanjutkan, BJB selama ini telah turut aktif membiayai pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang di Jawa Barat, khususnya pembangunan infrastruktur. Dukungan pembiayaan itu dilakukan dengan menyalurkan kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit infrastruktur kepada para pelaksana program pembangunan infrastruktur.

"Beberapa pembangunan infrastruktur yang telah mendapatkan pembiayaan dari bank bjb antara lain pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Tol Cisumdawu, Tol Japek II Elevated, dan Waduk Jatigede," tambahnya.


Sebelumnya Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai pembangunan di Jawa Barat tidak bisa hanya mengandalkan APBD, namun juga perlu inovasi pendanaan yang dilakukan agar program pembangunan bisa maksimal.

"Di Jabar lima tahun ke depan bangun infrastruktur dengan pola KPBU. Saya sudah minta kepala daerah banyak minjam ke Bank BJB. BJB akhirnya jadi development bank," ucapnya.

Kabarnya, Gubernur Ridwan Kamil juga akan mencoba memaksimalkan penggunaan dana umat untuk keperluan pembangunan. Menurut data yang ada, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 200 triliun. Namun sejauh ini baru bisa terkumpul Rp20 triliun per tahunnya. (das/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed