Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 17:50 WIB

Ridwan Kamil Mau Bikin Citarum Jadi 'Venice' nya Indonesia

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sungai Citarum. Foto: Wisma Putra Sungai Citarum. Foto: Wisma Putra
Jakarta - Sungai Citarum, yang kini direvitalisasi pemerintah, sudah berkali-kali disorot mata dunia. Ketercemaran Citarum bahkan pernah disandingkan dengan Chernobyl, kawasan bencana nuklir di Rusia.

Kini proses revitalisasi Citarum sedang berlangsung. Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menjadi koordinator tim untuk membersihkan dan merevitalisasi daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku kepala daerah yang wilayahnya dilalui Sungai Citarum ikut berperan dalam proses revitalisasi Citarum. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengaku telah mendesain salah satu kawasan sungai yang membentang 297 km itu menjadi ruang publik yang sama sekali berbeda dengan citranya di masa lalu.

"Kami optimistis dalam waktu dekat Citarum akan ada perubahan. Tidak hanya membereskan urusan sampah tapi juga menata ruangnya. Jadi yang dulunya kotor tempat sampah, jadi tempat indah bisa untuk masyarakat melakukan kegiatan, ruang publik dan lain-lain. Ini akan jadi viral, nanti kalau desainnya beres saya posting di Instagram," katanya saat ditemui usai rapat di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (8/1/2019).


Emil sendiri hadir di Kemenko Maritim untuk melapor soal ajang Expo Citarum di minggu ketiga Januari mendatang. Kegiatan itu akan menghadirkan seluruh stakeholder yang berperan dalam revitalisasi Citarum.

"Semua stakeholder akan dikumpulin, kita pukul gong, bikin rencana aksi 2019," katanya.

Seperti sungai Venice di Italia yang indah dan jernih, nantinya akan ada ruangan publik terbuka di Sungai Citarum seperti alun-alun kecil, perahu, pusat budaya sunda, hingga amfiteater untuk pertunjukan musik. Intinya, Citarum akan menjadi beranda depan Jawa Barat alias sama sekali berbeda dengan predikat sebelumnya yang kotor.

"Bikin jembatan romantis ada tiga, perahu-perahuan, bikin patung seni dari air, bikin amphiteather buat musik. Jadi yang tadinya Citarum daerah belakang; tempat buangan, menjadi daerah depan. Sehingga ini menjadi contoh. Mudah-mudahan beres akhir Maret, diharapkan Pak Presiden yang meresmikan," kata Emil.

Citarum di masa lalu sendiri merupakan sungai yang mengalir jernih, tempat ikan-ikan berenang sampai ke jalur irigasi. Namun kini Citarum berubah menjadi saluran limbah sekitar 500 pabrik. Sampah-sampah juga memenuhi permukaan Citarum sampai air sungai ini tak nampak.

Presiden Jokowi sendiri telah memulai revitalisasi Citarum dan menargetkan selesai dalam tujuh tahun. Namun kini revitalisasi berkonsentrasi pada hulu sungai terlebih dulu.

(eds/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com