Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 20:51 WIB

JK Kritik LRT Dibangun Layang Samping Tol Telan Rp 500 M/Km

Rina Atriana - detikFinance
Foto: Wapres Jusuf Kalla (JK). (Noval-detikcom) Foto: Wapres Jusuf Kalla (JK). (Noval-detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritisi pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menghubungkan Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Dia menilai proyek ini terlalu mahal.

Hal itu disampaikan oleh JK saat bertemu hadapan para konsultan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (11/1/2019).

JK mengatakan, proyek LRT Jabodebek yang dibangun secara melayang atau elevated dinilai tak efisien. Apalagi, menurutnya, proyek itu seharusnya tak dibangun di pinggir jalan tol.

"Bangun LRT ke arah Bogor dengan elevated. Ya buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol. Dan biasanya itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah," kata JK.


Pembangunan proyek yang tak efisien ini, kata JK, menyebabkan biaya yang dikeluarkan jadi membengkak hingga mencapai Rp 500 miliar per kilometer. Dia pun mempertanyakan siapa konsultan yang mengawasi proyek tersebut.

"Siapa konsultannya ini yang bikin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer. Kapan kembalinya (modalnya)? Kalau dihitungnya seperti itu," ujar JK.

Karena itu, menurut JK seharusnya proyek ini tidak dibangun secara elevated bila tak mendesak, contohnya seperti sudah tidak adanya lahan yang kosong.

"Terkecuali di dalam kota, ke luar kota lahan masih murah kok. Masa (lahan) dari penduduk tidak ada, kenapa mesti elevated di luar kota. Kecuali kalau wilayahnya betul-betul sudah sangat padat," tuturnya.

(fdl/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed