Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 12 Feb 2019 12:17 WIB

Tol Utara Jawa Sepi, Jalur Selatan Tetap Dibangun?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pembangunan tol di sisi selatan Pulau Jawa jadi perhatian setelah bagian utara Jawa tersambung tol dari barat ke timur, yaitu Tol Trans Jawa yang telah menghubungkan Merak, Banten hingga ke Pasuruan, Jawa Timur.

Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Abram Elsajaya Barus mengatakan, memang terdapat potensi pengguna kendaraan yang harus dilayani di selatan Jawa dengan tol.

"Kalau sekarang kita sudah melayani ada (tol) di utara (Jawa), ini kita melihat juga ada potensi yang harus kita layani di sebelah selatan dari Pulau Jawa," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Adanya tol Jawa di jalur selatan, menurutnya berfungsi untuk memecah distribusi kendaraan yang sejauh ini melewati jalur di bagian utara Jawa, sehingga beban kendaraan di wilayah utara bisa berkurang.

"Untuk melengkapi jaringan jalan kita, jadi agar pergerakan itu lebih terdistribusi, supaya beban itu nggak terlalu besar hanya di utara saja. Mungkin itu gambaran awalnya," paparnya.



Pada intinya, lanjut dia, pemerintah ingin memaksimalkan pelayanan untuk mobilitas di Pulau Jawa menggunakan tol.

"Yang jelas kita memang ingin melayani semaksimal mungkin pergerakan lalu lintas yang ada di Jawa ya," tambahnya.

Perusahaan jalan tol milik negara, PT Jasa Marga (Persero) Tbk sendiri sudah mempersiapkan pembangunan Tol Jawa jalur selatan, yaitu Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 184 km, dan Tol Ciranjang-Padalarang sepanjang 27,8 km.

Namun, Tol Trans Jawa saja saat ini masih belum digunakan oleh pengendara secara optimal alias masih sepi. Supir truk misalnya, mereka lebih memilih lewat Jalan Pantura ketimbang Tol Trans Jawa, dengan berbagai pertimbangan tentunya.

Tim detikcom baru baru ini menelusuri Tol Trans Jawa dan Jalan Pantura. Dari hasil pengakuan para supir truk, memang mereka merasa tarif Tol Trans Jawa terlalu mahal sehingga memilih lewati Jalan Pantura.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed