Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 18:41 WIB

Bulog Sortir 6.800 Ton Beras Tak Layak Konsumsi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Dok. Perum Bulog Foto: Dok. Perum Bulog
Jakarta - Perum Bulog menyortir beras mutu rendah di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangkal Belitung (Babel). Beras tersebut merupakan hasil pengadaan dalam negeri yang berusia lebih dari setahun.

"Terdapat beras turun mutu sebanyak 6.800 Ton yang berlokasi di Bulog Divre Sumsel dan Babel. Saat ini, sedang kami lakukan mekanisme internal dengan dilakukan proses sortasi dan pemisahan di unit gudang yang berbeda untuk menghindari terkontaminasinya beras baik," ujar Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arjun Ansol Siregar dalam keterangan tertulis, Rabu (13/2/2019).


Proses sortasi dilakukan untuk memisahkan beras yang masih aman dikonsumsi dengan beras yang tidak aman dikonsumsi. Bulog juga telah melakukan pengecekan di laboratorium bersertifikat.

Nantinya, hasil laboratorium tersebut menjadi penentu langkah Bulog selanjutnya. Beras tersebut nantinya dibagi dua, beras dengan kualitas berada di bawah ambang batas keamanan pangan akan dijual sebagai bahan pakan ternak. Sedangkan beras yang tidak bisa untuk bahan pakan ternak akan dilakukan pemusnahan.

Arjun menilai, pengadaan beras yang cukup besar dan tidak diimbangi dengan penyaluran, mengakibatkan terjadinya penumpukan stok beras di gudang Bulog.


Selain itu, menurutnya kebijakan pemerintah yang terus mengurangi pagu Rastra (Bansos Rastra) setiap tahun secara bertahap ke Bantuan Pangan Non Tunai yang tidak mewajibkan komoditasnya (beras) berasal dari Bulog, ikut mempengaruhi perputaran barang Bulog.

"Pagu Rastra di provinsi Sumsel di tahun 2017 sebanyak 68 ribu ton, mengalami penurunan di tahun 2018 menjadi sebanyak 44 ribu ton, dan di tahun 2019, pagu Bansos Rastra untuk bulan Januari dan Februari menjadi sebanyak 5.400 ton. Hal ini tentu mempengaruhi manajemen stok di Bulog," ujar Arjun.

Terakhir, Arjun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga kualitas distribusi beras ke masyarakat. "Kami tetap pastikan, beras yang kami distribusikan kepada masyarakat merupakan beras yang layak dikonsumsi," tutup Arjun. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed