Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 06:24 WIB

Fakta di Balik Jalan 191.000 Km dan Dana Desa

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Halaman 1 dari 4
Ilustrasi Foto: Eko Sudjarwo Ilustrasi Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Klaim calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terkait hasil pembangunan jalan di desa dari dana desa yang digulirkan dalam empat tahun terakhir berujung perdebatan. Panjang jalan di desa yang disebut sudah dibangun 191.000 km dari dana desa dituding bohong dan berlebihan.

Awal pasal disampaikan oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Melalui cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar, Dahnil menganalogikan panjang jalan yang dibangun tersebut setara hingga 15 kali diameter bumi.

"Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi," cuit Dahnil.

Tak sampai di situ, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga menilai data yang digunakan Jokowi ngawur.

"Saya kira itu agak ngawur juga datanya, coba diperiksa lagi. Jalan desa itu kan amanat undang-undang. Siapa pun presidennya, pasti akan menjalankan amanat undang-undang untuk menggelontorkan jalan desa," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin.

Hal ini kemudian dijelaskan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo. Bagaimana penjelasannya? Berikut informasi selengkapnya:

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed