Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Mei 2019 15:43 WIB

RI Bangun Kereta Cepat 142 Km, Ridwan Kamil: China Sudah 28.000 Km

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: dok. Facebook Foto: dok. Facebook
Bandung Barat - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung kini sudah berjalan sekitar 17,6% dan akhir tahun ditargetkan bisa mencapai 57%. Pembangunan ini disebut bisa menggerakan perekonomian di wilayah sekitar stasiun.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan pembangunan kereta cepat ini diharapkan bisa menciptakan ekonomi dan kota-kota baru.

"Ini adalah kebanggaan nasional. Di China jalur kereta cepat itu sudah 28.000 km, kita di sini 142 km saja belum pernah lihat barangnya," kata Ridwan Kamil di Walini Tunnel, Bandung Barat, Selasa (14/5/2019).

Dia mengungkapkan, dari pembangunan akan berdampak pada perekonomian daerah.

"Saya sebagai gubernur melaporkan, penduduk kami (Jawa Barat) ada sekitar 50 juta jiwa, akan ada kota-kota baru dan ekonomi baru sebagai penyangga pusat metropolitan," imbuh dia.



Emil menyampaikan dengan adanya kereta cepat ini diharapkan perjalanan dan akses transportasi masyarakat antar kota bisa lebih mudah dan cepat. Dia menyebut bukan tidak mungkin ada warga yang tinggal di Walini namun bekerjanya di Jakarta.

"Suatu hari, bukan tidak mungkin tinggal di Walini kerja di Sudirman Thamrin, tentunya kita harapkan ini menjadi model, dan ke depannya akan menjadi koneksi pusat-pusat stragegis lain," jelas dia.

Tahap persiapan konstruksi Tunnel Walini telah dimulai sejak semester kedua di tahun 2017 yang juga mencakup pada tahap konstruksi Guide Wall dan Pipe Roof. Pada
Juli 2018, pengerjaannya berlanjut dengan penggalian pertama pada sisi outlet tunnel dan pekerjaan lain diantaranya supporting, invert, secondary lining.

Seiring dengan penggalian pada sisi outlet tunnel, 30 Desember 2018 dimulai proses penggalian pada sisi inlet tunnel. Setelah berhasil ditembus, pengerjaan pada tunnel ini akan terus berlanjut dengan pekerjaan konstruksi lainnya seperti tracking, signaling dan pemasangan kabel.

Stasiun kereta cepat Walini akan terkoneksi dengan moda transportasi umum lainnnya guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pada kawasan tersebut. Dengan lahan seluas 1.278 hektar, Walini merupakan salah satu titik proyek kereta cepat yang diproyeksikan sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).





Tonton video terbaru Topreneur, inspirasi bisnis kerajinan tangan beromzet Rp 30 juta/ bulan berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]


RI Bangun Kereta Cepat 142 Km, Ridwan Kamil: China Sudah 28.000 Km
(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed