Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Jun 2019 16:00 WIB

Fadli Zon Dicurhati Tol Mahal, Pengamat: Nggak Mau Bayar Lewat Non Tol

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi tol/Foto: Sudirman Wamad Ilustrasi tol/Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai meskipun mudik tahun ini diklaim lancar oleh pemerintah, masyarakat mengeluhkan tarif tol masih mahal. Apakah tarif tol memang tergolong mahal?

"Kalau tarif itu sudah ada hitungannya ya, investasi segala macam ya, dari pertimbangan tersebut pasti operator cari yang pas. Tarif yang ada menurut saya sudah murah, 1 kilometernya saja nggak jauh dari Rp 1.000, belum lagi mudik gini pasti ada diskon-diskon," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno kepada detikFinance, Jumat (7/6/2019).

Selain itu, Djoko mengatakan, dengan melewati tol pengguna jalan mendapatkan nilai lebih. Mulai dari tanpa hambatan, jalan yang mulus, hingga efektivitas waktu.


"Lagipula jalan tol ini kan bukan wajib dilewati juga ya, nggak mau bayar ya lewat jalan non tol bisa. Kalau lewat jalan tol kan bisa nyaman nggak ada hambatan kaya motor, atau yang lain," kata Djoko.

Djoko juga membuat perbandingan pengalamannya lewat tol dari Jakarta ke Semarang. Dengan dana yang dia keluarkan menurutnya, nilai plus yang didapatkan setimpal.

"Kayak saya lewat tol dari Jakarta mau ke Semarang paling nggak Rp 300ribu-an ya, itu udah dapat fasilitas jalannya tanpa hambatan, waktu tempuh cuma 5-6 jam, nah kalau jalur non tol bisa 10 jam lebih, lihat efe kan," ungkap Djoko.

"Jadi harga itu setimpal dengan nilai lebih yang kita dapatkan," tegasnya.


Sebelumnya Fadli Zon mengatakan meski arus mudik boleh dibilang lancar masyarakat masih mengeluhkan tarif tol dan tiket pesawat mahal.

"Ya memang seharusnya kan mudik itu tidak boleh ada hambatan. Yang saya banyak dapat keluhan itu harga tiket pesawat mahal, jalan tol masih mahal, gitu. Jangan-jangan karena itu menjadi semuanya lancar karena orang tidak sanggup memakai jalur-jalur yang convenience, yang enak," kata Fadli usai silaturahmi dan open house Lebaran di Rumah Dinas Ketua DPR, komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu sore (5/6/2019).

Berikut daftar tarif tol Trans Jawa dan Trans Sumatera

Tarif Tol Trans Jawa

- Jakarta-Cikampek Rp 15.000
- Cikopo-Palimanan Rp 102.000
- Palimanan-Kanci Rp 12.000
- Kanci-Pejagan Rp 29.000
- Pejagan-Pemalang Rp 57.500
- Pemalang-Batang Rp 39.000
- Batang-Semarang Rp 75.000
- Semarang ABC Rp 5.000
- Semarang-Solo Rp 65.000
- Solo-Ngawi Rp 91.000
- Ngawi (Klitik)-Kertosono Rp 88.000
- Kertosono-Mojokerto Rp 46.000
- Mojokerto-Surabaya Rp 36.000

Biaya total Tol Trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya adalah Rp 660.500.

Tarif Tol Trans Sumatera:

- Bakauheni-Terbanggi Besar Rp 112.500
- Palembang-Indralaya Rp 20.000
- Medan (Veteran)-Binjai Rp 13.000
- Tanjung Morawa-Tebing Tinggi Rp 53.500
- Belawan-Tanjung Morawa Rp 8.000
- Belawan-Tebing Tinggi Rp 61.500
- Kualanamu-Tebing Tinggi Rp 50.000

Biaya total Tol Trans Sumatera di atas adalah Rp 318.500. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com