Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Jun 2019 19:51 WIB

Proyek Terowongan MRT untuk Fase II Masih Dilelang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Istimewa/Instagram MRT Jakarta. Foto: Istimewa/Instagram MRT Jakarta.
Jakarta - Pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) akan dilanjutkan. Setelah tersambung dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, MRT Jakarta akan disambungkan hingga Kota.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Syahbandar menjelaskan bahwa hingga kini pembangunan yang sudah berjalan ada di Monas untuk membuat stasiun. Untuk terowongan yang menyambungkan Bundaran HI ke Kota sendiri masih dilelang proyeknya, dan akan menemukan pemenang November nanti.

"Yang sudah mulai dibangun itu stasiun di Monas, kemudian CV201 (proyek terowongan) Bundaran HI ke Harmoni itu sedang proses lelang. Dapat pemenangnya sekitar November langsung kontrak dan segera bangun," kata William di Le Meridien Hotel, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

"Di Monas sedang land clearance ya, dan kita sedang mulai penggalian," tambahnya.

William juga menjamin bahwa nantinya pengerjaan proyek MRT Jakarta yang melewati area ring 1 alias area Istana Presiden dan Monas sudah mendapatkan izin dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

"Kita sudah komunikasikan dengan pemerintah pusat melibatkan berbagai instansi pemerintah pusat dipimpin oleh Mensesneg, izinnya sudah kita dapatkan pembangunan di daerah Monas," kata William.

Dia memastikan bahwa nantinya MRT Jakarta Fase II hingga Stasiun Kota akan selesai pengerjaannya 2024. Proyek ini sendiri menelan dana hingga Rp 22,5 triliun.

"Kalau sesuai rencana sampai Stasiun Kota bisa 2024. Nilai total kita siapkan anggarannya itu Rp 22,5 T, itu dana pinjaman lunak dari pemerintah Jepang lewat JICA," kata William.


MRT Targetkan Dapat Pendapatan Rp 175 M Tahun Ini

Di sisi lain, William mengatakan bahwa dengan komersialnya MRT Jakarta artinya pihaknya sudah bisa mendapatkan keuntungan. William sendiri menargetkan pihaknya dapat mengantongi Rp 175 miliar akhir tahun ini.

"Pendapatan bagus proyeksinya target kita akhir tahun rencananya on target, targetnya itu penghasilan kita bisa dapat Rp 175 miliar dari tiket, ridership 60-80 ribu diperkirakan," kata William.

Bukan hanya dari tiket saja, William juga mengatakan MRT Jakarta bisa mendapatkan pendapatan di luar tiket melalui penyewaan wilayah ritel di stasiun dan naming right stasiun.

"Kita juga punya pendapatan lain non fairbox mulai dari ritel. Ada juga naming rights kaya yang di stasiun misalnya Lebak Bulus Grab, dan sebagainya," kata William.

Pendapatan non tiket sendiri menurut William bisa ditargetkan Rp 94 miliar akhir tahun ini. Bahkan menurutnya bisa lebih.

"Target Rp 94 miliar non fairbox, tapi kalau saya hitung kita bisa lebih dari itu lah akhir tahun ini apalagi ada naming rights baru Blok M BCA," kata William.




Proyek Terowongan MRT untuk Fase II Masih Dilelang
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com