Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 17:55 WIB

Mega Proyek Infrastruktur China Jadi Berkah Buat Negara Islam

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Australia Plus ABC Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Ekspansi hubungan bisnis dan ekonomi Cina ke Timur Tengah diperkirakan akan memacu perkembangan keuangan negara Islam di seluruh dunia. Ekspansi itu terkait program pembangunan infrastruktur China's Belt and Road Initiative (BRI)

BRI sendiri merupakan program investasi infrastruktur regional yang menjangkau lebih dari 100 negara. Program ini telah menjadi anugerah bagi sektor perbankan Islam.

Model pembiayaan dari proyek BRI sendiri masuk dalam prinsip-prinsip syariah, yang berarti mematuhi hukum Islam yang melarang mendapatkan bunga atas pinjaman dan melarang kegiatan pendanaan yang melibatkan alkohol, babi, pornografi, atau perjudian.

Melansir CNBC, Selasa (20/8/2019), kaitan antara BRI dan pembiayaan syariah adalah bahwa Cina akan membutuhkan investasi besar untuk mendanai ambisinya untuk membangun jaringan lahan dan koridor ekonomi maritim melalui Timur Tengah, Afrika, dan Eropa.

"Sebagian besar dari kebutuhan dana tersebut akan dikumpulkan melalui instrumen pembiayaan Islam. Selain itu, beberapa proyek yang merupakan bagian dari BRI akan melalui beberapa negara dengan keuangan Islam inti dan karenanya dapat dibiayai dengan cara yang sesuai dengan Syariah," kata kepala keuangan Islam global di S&P Global Rating, Mohamed Damak.



Banyak negara di sepanjang sabuk infrastruktur China adalah negara dengan populasi Muslim mayoritas, termasuk negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan dan Uzbekistan.

Menurut perhitungan Thomson Reuters pasar keuangan Islam akan tumbuh menjadi US$ 3,8 triliun pada tahun 2022. Angka itu naik dari US$ 2,2 triliun pada tahun 2016.

"Mengingat keputusan yang bijaksana dari kepemimpinan Tiongkok untuk secara signifikan memperluas proyek infrastruktur yang ramah lingkungan dan ramah iklim, ada peluang berbeda untuk membuka sinergi gabungan melalui konvergensi keuangan Islam dan pendanaan BRI," ujarnya.

Selain itu beberapa negara di Timur Tengah sudah mencium potensi dari mega proyek tersebut.

"Belt and Road adalah tentang mendukung pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Eksekutif Dubai Islamic Bank Adnan Chilwan.

"Ketika Anda berbicara tentang pembiayaan proyek-proyek seperti itu, jelas ada peluang besar bagi perbankan Islam. Ini adalah katalisator untuk menyatukan pendanaan publik dan swasta," tambahnya.

BRI juga dipercaya akan menjadi sangat penting untuk pembiayaan syariah dan mempercepat perdagangan halal. Potensinya sangat besar karena mencakup segalanya mulai dari makanan hingga kosmetik, farmasi, pariwisata, dan juga asuransi dan keuangan.

"Saya pikir mengejar (BRI) adalah peluang besar. Ini akan menciptakan koridor yang tidak ada dan yang mencakup 40% dari PDB. Ini semua adalah kesempatan bagi semua orang untuk berpartisipasi," ucap CEO Etihad Credit Insurance, Massimo Falcioni.



Simak Video "Jumlah Pekerja China Capai Angka 780 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com