Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Des 2019 21:15 WIB

Investasi Rp 1,2 T, Changi Kelola Bandara Komodo 25 Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: dikhy sasra
Jakarta - Pemerintah resmi mengumumkan pemenang tender proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada konsorsium CAS. Proyek ini diusung dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Konsorsium ini terdiri dari PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan konsorsium CAS akan mengelola Bandara Labuan Bajo selama 25 tahun dengan total investasi sebesar Rp 1,23 triliun dan biaya operasional sebesar RP 5,7 triliun.

"Pengoperasikan konsesi 25 tahun, selama 25 tahun aset itu dikembalikan ke pemerintah," kata Budi Karya di Aula Mezanine, Gedung Juanda I Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Budi Karya menyebut pihak konsorsium akan berinvestasi untuk pengembangan Bandara Labuan Bajo sebesar Rp 1,23 triliun dan biaya operasional selama 25 tahun sebesar Rp 5,7 triliun.

Dengan investasi tersebut, dikatakan Budi Karya ruang lingkup yang dikerjasamakan dari Proyek KPBU Bandar Udara Komodo adalah merancang, membangun dan membiayai pembangunan seperti membangun fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan pengerasan landasan pacu, penambahan apron, stopway dan RESA.

"Tugas investor tentu merancang, membangun, membiayai, lalu mengoperasikan juga melakukan maintenance. Investasi Rp 1,23 triliun, di mana ini akan dilakukan operasional sebanyak Rp 5,7 triliun selama 25 tahun dan ada jaminan Rp 5 miliar dari investor," tambah dia.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Juni 2020, Bandara Komodo Jadi Bandara Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com