Jalur Kereta Mati Suri di Padang Hidup Lagi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 09 Mar 2020 07:01 WIB
Jalur kereta Padang-Pulau Air
Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikcom

Diserbu Warga

Setelah mati suri selama 43 tahun, bangunan di stasiun Pulau Air rusak, ada dinding dan atap yang runtuh. Namun fondasi dan material yang digunakan masih cukup baik.

Pada Juli 2019 Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menjalankan reaktivasi kembali jalur kereta ini. Rencananya, dari Stasiun Pulau Air, reaktivasi akan dilanjutkan hingga Stasiun Muaro.

Dengan reaktivasi kembali jalur ini, pariwisata dan kegiatan dagang di wilayah sekitar diharapkan bisa terus bergerak dan meningkat. Hal ini karena, wisatawan yang menggunakan pesawat bisa dimudahkan dengan kereta Bandara yang tersambung hingga stasiun Pulau Air.

Menanggapi reaktivasi jalur kereta ini, warga sekitar bernama Aisyani (51) antusias menyambut kedatangan kereta uji coba.

"Saya lagi cuci piring kok dengar klakson kereta bunyi terus, langsung saya lihat ke sini. Ternyata keretanya sudah datang. Tidak seperti kereta waktu saya kecil dulu," ujar dia di Stasiun Pulau Air, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2020).

Dia menceritakan waktu kecil, sang ayah selalu mengajak ia dan kakaknya naik kereta ke Pariaman dari stasiun ini.

"Saya sempat kangen kapan kereta bisa ada lagi. Kalau dulu masih kecil ayah saya bilang, ayo siapa mau naik kereta bisa tidur cepat, besoknya berangkat dari sini," jelas dia.

Lalu dia menyebut, dengan adanya jalur kereta ini diharapkan perdagangan bisa kembali hidup dan daerah wisata makin ramai.

Senada dengan Aisyani, Bagindo Sikumbang (48) mengaku senang dengan reaktivasi jalur Padang - Pulau Air ini.


Dia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk mendukung jalur kereta dengan destinasi-destinasi wisata yang semakin baik.

Mustafa bin Ahmad menceritakan saat usianya 21 tahun, jalur kereta di Padang - Pulau Air merupakan transportasi yang paling memudahkan.

Hal ini karena, saat itu moda transportasi hanya menggunakan Pedati. "Kereta waktu dulu sangat aktif untuk angkut barang sampai rempah-rempah," kata dia.

Dia mengaku senang dengan ada lagi jalur kereta ini. Dengan kereta yang bagus, maka daerah wisata dan sekitar diharapkan bisa berkembang pesat.

Selain tiga orang yang diwawancarai, ada puluhan warga yang antusias menyaksikan kedatangan kereta Padang Express yang sedang uji coba rute aktivasi rel.

Tarif yang diberlakukan terbilang murah, dari Bandara Minangkabau hingga Pulau Air dipatok Rp 10.000. Sedangkan dari stasiun Padang ke Pulau Air dipatok Rp 5.000.

Halaman


Simak Video "Eksis di Pinggir Rel, Lapak Pedagang di Kawasan Pasar Gaplok Ditertibkan"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ang)