3 Fakta Utang Pemerintah ke BUMN Karya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 07:35 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto

2. Utang untuk pengadaan lahan

Pemerintah utang ke BUMN lantaran pengadaan lahan khususnya untuk tol ditanggung dulu oleh perusahaan. Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan, dana talangan itu sejak tahun 2016.

Dana yang dikeluarkan untuk pembebasan lahan ini senilai Rp 8,01 triliun. Kemudian yang sudah dibayar sebanyak Rp 6,13 triliun.

"Ini adalah dana talangan sejak 2016, 2017, 2018, 2019 2020. Jadi sudah ulang tahun kelima," terangnya.

Sementara, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito. Dana talangan sendiri dikeluarkan perusahaan untuk pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang.

Ia mengatakan, perusahaan menalangi dana pembebasan lahan dengan total Rp 1,27 triliun.

"Kami hanya mengelola satu jalan Tol Serang Panimbang sampai dengan Juni 2020 total dana talangan tanah yang sudah kami keluarkan Rp 1,27 triliun untuk pembebasan lahan proyek Tol Serang Panimbang," katanya.

3. Progres tol

Proyek Tol Serang-Panimbang terus dikebut. Seksi I tol ini Serang-Rangkasbitung ditargetkan operasi pertengahan tahun depan.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menjelaskan, tol ini memiliki total panjang 83 kilometer (km). Dari total itu, sepanjang 50 km digarap Wijaya Karya dan sisanya 33 km oleh pemerintah.

"Lahan sudah hampir selesai, lahan itu totalnya sudah dari Serang sampai Lebak sudah 90%, tapi tinggal arah Pandeglang itu masih 70%. Permasalahannya yang kita adalah yang 50 km kita sudah kerjakan," ujarnya.

"Seksi I Serang sampai Cileles progres sudah 71%, dan akan mulai operasikan tahun depan pertengahan 2021 untuk Seksi 1 dari Serang sampai Rangkas," tambahnya.

Sementara, dia mengatakan, tol yang menjadi jatah pemerintah atau di Seksi III belum mulai. Dia bilang, Seksi II akan dikerjakan bersamaan dengan Seksi III sehingga bisa lebih efektif.

"Yang VGF ini belum mulai yang 33 km, yang porsinya PUPR, sehingga kalau kami yang Seksi II yang tengah kita mulai sementara Seksi III kita belum mulai tidak efektif. Sehingga kami akan mulai Seksi II kita setelah VGF ditentukan sehingga akan berbarengan Seksi II dan III. Lahan tidak masalah, masalahnya itu saja," paparnya.



Simak Video "Jokowi Vs SBY: Siapa Paling Banyak Tambah Utang?"
[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)