Rawan Kriminal, Tol Trans Sumatera Dijegal Begal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 20:30 WIB
Foto udara ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dikawasan Provinsi Lampung, Lampung, Jumat (15/11/2019). Jalan tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo merupakan jalan tol terpanjang yang ada di Indonesia dengan total panjang mencapai 189 km. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nz
Foto: Antara Foto
Jakarta -

Jalan tol Trans Sumatera menjadi proyek besar pemerintah dalam merajut konektivitas di Pulau Sumatera. Jalan tol ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan menekan biaya logistik.

Trans Sumatera telah dikebut pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) sejak 2015, alhasil jalan tol ini sudah mulai dibuka pada akhir 2018 dan akhirnya beberapa ruas mulai beroperasi penuh di tahun 2019.

Namun, kabar miring kini menimpa tol Trans Sumatera. Pasalnya, jalan tol ini disebut rawan kejahatan.

Bahkan, hal itu diakui sendiri oleh Dirut Hutama Karya Budi Harto. Dia menilai jalan tol yang masih sepi traffic-nya membuat banyak kejahatan mengintai pengguna jalan.

"Saat ini dengan berawalnya pengoperasian jalan tol ini dengan penyesuaian masyarakat kami menghadapi banyak tantangan. Jalan tol ini memang sekarang traffic-nya masih rendah. Dengan trafik yang rendah ini mengundang kejahatan," ujar Budi dalam sebuah webinar, Rabu (25/11/2020).

Pernyataan Budi juga diamini oleh Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. Djoko mengatakan pihaknya pernah melakukan pantauan lapangan soal kondisi Tol Trans Sumatera.

Menurutnya memang ada beberapa zona yang relatif rawan kejahatan. Artinya tak semua ruas Jalan Tol Trans Sumatera rawan dengan kejahatan meski relatif masih sepi.

"Jadi itu hanya di ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Beberapa kejadian tindak kejahatan pembegalan kendaraan pernah terjadi di sana. Namun, sebaliknya di ruas lain atau sisi utara tak ada persoalan.

"Tapi yang namanya orang nekat, rampok mencegat kendaraan, korbannya truk-truk yang lagi istirahat, ada yang menyerang. Ada yang bawa mobil juga rampoknya, modal juga mereka," kata Djoko

"Ini memang masalah sosial di sana, sebagai pembanding tol di Kalimantan juga sepi, tapi malah aman," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2