PUPR Bereskan Lelang Dini 4.694 Paket Infrastruktur Rp 45,6 T

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 13:14 WIB
Pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) terus berlangsung. Proyek jalan tol tersebut pun ditargetkan dapat beroperasi pada 2021 mendatang.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, kementeriannya sudah memulai lelang dini 4.694 paket kegiatan infrastruktur 2021 senilai Rp 45,6 triliun dari total 5.426 paket Rp 58,1 triliun. Lelang dini dilakukan untuk mendorong percepatan belanja modal demi mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Ibu bapak sekalian atas perintah presiden, maka PU telah mulai memberlakukan tender dini (lelang dini) sejak Oktober (2020) dan telah ditandatangani kontrak jadi sejak Oktober sebanyak 4.694 paket dari total 5.426 paket senilai Rp 58,1 triliun," ujar Basuki dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (21/1/2021).

Basuki merinci dari total 4.694 paket infrastruktur itu, 209 paket diantaranya sudah ditandatangani sejak Desember 2020, 1.731 paket diteken pada Januari 2021. Sisanya, ditarget selesai pada setelah Maret 2021 atau April 2021.

"Rinciannya Desember 2020 telah ditandatangani 209 paket ini berdasarkan surat Ibu Menteri Keuangan yang membolehkan penandatanganan kontrak namun efektifnya setelah Januari. Kemudian pada Januari 2021 akan ditandatangani total 1.730 paket yang kemarin tanggal 15 Januari disaksikan oleh bapak presiden ditandatangani 1.151 paket," paparnya.

"Februari 2021 akan ditandatangani lagi 1.133 paket dan pada Maret 2021, 1.621 paket dan akan diselesaikan lanjutannya setelah Maret Jadi mudah-mudahan ini akan lebih cepat dari tahun lalu," tambahnya.

Secara keseluruhan, ungkap Basuki, anggaran infrastruktur nasional pada tahun 2021 akan mencapai Rp 414 triliun. Dari jumlah tersebut, Kementerian PUPR mendapat porsi sepertiganya atau sebesar Rp 149,8 triliun.

Rincinya, anggaran Rp 149,81 triliun itu akan dialokasikan untuk belanja modal sebesar Rp 97,3 triliun (64,9%), belanja barang Rp 49,5 triliun (33,1%) dan belanja pegawai Rp 2,9 triliun (2%).

Untuk kegiatan yang dilaksanakan melalui tender senilai Rp 109,2 triliun terdiri dari kegiatan single years Rp 48,8 triliun, multiyears baru Rp 9,3 triliun, dan multiyears on going Rp 51,1 triliun.

Hingga saat ini realisasi anggaran Kementerian PUPR sudah mencapai Rp 5,1 triliun dari total anggaran atau 3,43% dengan progres fisik 6,17%. Adapun rencana realisasi anggaran pada akhir Januari 2021 sebesar Rp 14,8 triliun atau 9,9% dan Rp 29,9 triliun atau 20% pada triwulan I-2021.

(eds/eds)