Balada Tol Cisumdawu, Hidup Mati Kertajati yang Molor 10 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 06:02 WIB
Pembangunan jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) fase III terus berlangsung. Sudah sampai mana progres pembangunannya?
Foto: Wisma Putra

Upaya pertama yang dilakukan adalah mengembalikan sebagian penerbangan dari Bandar Udara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat ke Bandara Kertajati. Tujuannya untuk menata kembali rute penerbangan di kedua bandara itu. Langkah tersebut juga dapat mengurangi kepadatan di Bandara Husein Sastranegara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto memaparkan berupaya memperlancar proses penataan rute terhadap dua bandara tersebut.

"Kami telah meminta kepada stakeholder terkait untuk mempersiapkan sarana dan prasarana bandara, penyesuaian izin bagi Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal, penataan rute dan koordinasi perubahan slot penerbangan," kata Novie melalui keterangan tertulis, Minggu (4/4/2021).

Langkah kedua, Kemenhub akan mengoptimalkan konektivitas antara Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban. Kedua infrastruktur transportasi itu diharapkan dapat menstimulir arus barang jasa dan logistik di kawasan industri di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.

"Bandar Udara Kertajati belum berfungsi optimal karena akses Tol Cisumdawu yaitu jalan tol dari Bandung ke bandara hingga saat ini masih belum rampung. Namun demikian, Kementerian PUPR sudah menyampaikan bahwa kemungkinan besar Desember 2021 akan selesai dan terhubung. Artinya pergerakan penumpang di Kertajati akan menjadi lebih baik setelah Desember 2021," jelasnya.

Selain pembangunan Tol Cisumdawu, langkah ketiga yang dilakukan pemerintah untuk Bandara Kertajati, yaitu akan memberangkatkan calon jamaah haji dan umroh asal Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian selatan dan barat.

"Sesuai dengan arahan Presiden, bahwa nanti setidaknya keberangkatan para calon jamaah haji dan umroh yang berasal dari Jawa Barat maupun beberapa wilayah Jawa Tengah nantinya akan dikonsentrasikan di Bandar Udara Kertajati," paparnya.

Baru yang terakhir Kemenhub akan menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat atau Maintenance Repair Overhaul (MRO). Itu dilakukan untuk mengembangkan bisnis non penumpang di bandara tersebut.


(toy/eds)