Pasang Baliho, Warga Terdampak Tol Yogya-Solo Tuntut Ganti Rugi

Ragil Ajiyanto - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 18:30 WIB
Warga Dukuh Klinggen, RT 06/02 Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali memasang baliho di jalan masuk dukuh tersebut. Baliho menuntut ganti rugi pembebasan lahan jalan tol Solo – Yogya segera dibayarkan
Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom: Warga terdampak proyek tol Yogya-Solo menuntut ganti rugi segera cair
Boyolali -

Warga Dukuh Klinggen RT 06/02, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali yang terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Solo meminta ganti rugi lahan segera dibayarkan. Bahkan, warga memasang baliho pernyataan sikap bersama di jalan masuk dukuh setempat.

Baliho berukuran sekitar 3 x 2 meter. Ada 4 point pernyataan sikap bersama warga Dukuh Klinggen RT 06/02 Desa Guwokajen itu. Pertama, selama belum ada pelunasan pembayaran ganti rugi jalan tol kepada seluruh warga yang terdampak, maka pihak kontraktor dilarang melakukan kegiatan pembangunan proyek jalan tol Yogya-Solo itu di wilayahnya.

Kedua, warga terdampak meminta ganti rugi pembebasan lahan segera dicairkan. Ketiga, warga meminta pembayaran ganti rugi dibayarkan secara serentak dan bersama-sama. Keempat, warga siap mendukung dan menyukseskan pembangunan jalan tol Solo - Yogya tersebut.

"Dukuh Klinggen ini termasuk padat penduduk, yang terkena proyek jalan tol Yogya-Solo merupakan pemukiman warga. Tapi sampai sekarang belum sepeserpun tanah kami dibayar. Sedangkan di utara Balai Desa Guwokajen sudah diuruk dan alat berat juga sudah masuk," ungkap Ketua RT 06/02, Dukuh Klinggen, Aris Harjono, kepada para wartawan.

Dukuh Klinggen hanya berjarak sekitar 500 meter dari Balai Desa Guwokajen. Menurut Aris, warga Dukuh Klinggen yang terdampak proyek nasional tersebut sejumlah 50 bidang milik 57 KK. Warga tidak memiliki niat menentang proyek jalan tol itu, namun hanya ingin agar pembayaran seluruh ganti rugi segera dibayarkan, karena warga juga harus mencari tanah pengganti serta membangun rumah baru.

Terpisah Asisten II Setda Boyolali, Widodo Munir, menyatakan akan memfasilitasi tuntutan dari warga Dukuh Klinggen yang terdampak pembangunan jalan tol Solo - Yogya. Jika warga minta pembayaran dilakukan secara bersama-sama, maka harus menunggu penyelesaian seluruh berkasnya.

"Ini mau kita fasilitasi secara bertahap pertemuannya, info dari BPN sebenarnya sebagian sudah bisa, tapi kalau minta diselesaikan secara bersamaan tentu nunggu penyelesaian seluruh berkasnya clean dan clear dulu," kata Widodo Munir kepada detikcom Rabu (28/7/2021).

Menurut Widodo Munir, progres pembebasan lahan jalan tol Yogya-Solo di wilayah Boyolali saat ini mencapai 39 persen. Dari total 1.053 bidang yang terkena proyek tersebut, yang sudah terbayar 409 bidang.

"Total 1.053 bidang (di Boyolali), terbayar 409 bidang (39%)," ungkapnya.

Pembebasan atau pembayaran lahan untuk jalan tol tersebut, kata dia, pada prinsipnya terus berjalan. Namun juga disesuaikan dengan kondisi pandemi Corona atau COVID-19, yang saat ini diberlakukan PPKM.

"Prinsip terus, tentu sesuai dengan kondisi PPKM, mengingat temen kita BPN juga ikut WFH (work from home) dan ada yang terpapar," tandasnya.

Sementara itu dari pantauan detikcom di lapangan, pembangunan jalan tol Yogya-Solo di Boyolali sudah mulai dikerjakan sejak beberapa bulan lalu. Antara lain di wilayah Kecamatan Banyudono yang akan menyambungkan tol ruas Solo - Yogya dengan Semarang-Solo dan Solo-Kertosono.

(hns/hns)