KAI Usul Skema Baru Tarif LRT Jabodebek, Bayaran Tergantung Jarak

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 14:43 WIB
Stasiun LRT Taman Mini, Jakarta sudah hampir rampung pengerjaannya. Berikut foto-foto terkini suasana di lokasi.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tarif LRT Jabodebek rencananya dipatok Rp 12 ribu secara flat, alias jauh dekat harganya sama. Rencana ini telah sejak lama diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Namun kini, ternyata PT KAI (Persero) selaku BUMN yang ditugaskan mengoperasikan LRT Jabodebek mengatakan perhitungan tarif itu akan berubah. VP Public Relations KAI Joni Martinus menyatakan skema tarif akan diubah menjadi progresif, maksudnya tarif akan disesuaikan dengan jarak dan tidak flat.

Artinya, semakin jauh perjalanan dengan LRT Jabodebek maka tarif akan lebih mahal. Usulan ini menurutnya sudah diajukan ke pihak Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

"Saat ini KAI sedang mengajukan usulan tarif progresif atau yang disesuaikan dengan jarak. Saat ini, sedang dalam tahap pembahasan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan," ujar Joni kepada detikcom, Rabu (15/9/2021).

Joni sendiri masih enggan menjelaskan soal berapa rincian besaran tarif dan skema yang akan berlaku dengan sistem progresif ini. Mulai dari berapa tarif awalnya, tarif akan bertambah di setiap berapa kilometer, dan berapa besaran penambahannya. "Semua masih dibahas di DJKA Kementerian Perhubungan," katanya.

Joni menjabarkan untuk tarif sebesar Rp 12 ribu merupakan penetapan tarif awal penyelenggaraan LRT Jabodebek yang ditetapkan pada Permenhub no 118 tahun 2017. Namun, penentuan tarif ini diusulkan untuk diubah.

Berdasarkan Perpres nomor 49 Tahun 2017 tengang penyelenggaraan proyek LRT Jabodebek, KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana LRT Jabodebek. Termasuk operasional hingga pengaturan tiket.

Tugas KAI secara rinci antara lain meliputi pengadaan sarana, pengoperasian sarana dan prasarana, perawatan sarana dan prasarana, pengusahaan sarana dan prasarana termasuk pendanaan prasarana Kereta Api Ringan/Light Rail Transit terintegrasi serta penyelenggaraan sistem tiket otomatis (Automatic Fare Collection).

Dalam catatan detikcom, rencananya tarif LRT Jakarta akan dipatok sebesar Rp 12 ribu. Tarif berlaku flat alias dekat jauh tarifnya sama. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, adapun tarif sebesar Rp 12 ribu tadi menurutnya sudah mendapatkan subsidi.

"Perkiraannya (tarif LRT Jabodebek) Rp 12.000. Itu sudah subsidi ya, untuk Cibubur sampai Dukuh Atas," ungkap Budi Karya, di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Sebenarnya, kalau tidak disubsidi tarif LRT Jabodebek bisa mencapai Rp 25.000 sekali naik. Namun, dia mengatakan itu hanya hitungan sementara, perubahan tarif bisa saja terjadi.

"Kalau itu komersialnya bisa Rp 25.000. Bisa saja (berubah), tapi sementara itu," ungkap Budi Karya

(hal/eds)