Erick Thohir Minta BUMN Karya Tak Palugada hingga Bergabung di Satu Kantor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 14:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadi agen perubahan dan mendukung perekonomian nasional. Namun BUMN karya harus kembali pada basis bisnis yang jelas yaitu engineering procurement construction (EPC) dan pembangunan gedung.

Kenyataannya, yang terjadi saat ini adalah BUMN karya justru mengerjakan banyak bisnis yang tak sesuai dengan tujuan perusahaan.

"Ke depan kita akan perkuat Jasa Marga menjadi perusahaan karya untuk tol. Yang lain akan dikembalikan sebagai perusahaan karya yang fokus EPC dan pembangunan gedung nggak kayak sekarang palugada, semua ada di BUMN karya," kata dia dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (2/12/2021).

Erick menyebutkan dia berencana melakukan privatisasi jalan tol milik BUMN karya. Nantinya dia juga mengharapkan ada konsolidasi BUMN karya seperti Himbara dan Telkom Group yang punya fokus yang jelas.

Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia akan mengambil contoh kantor BUMN karya seperti di luar negeri.

"Kantor BUMN karya jumlahnya banyak, buat apa, itu sebuah pemborosan. Waskita, WIKA punya kantor sendiri. Kita sudah minta itu ditutup semua, gabung jadi satu kantor," kata dia.

Menurut dia dengan konsolidasi ini perusahaan diharapkan bisa lebih sehat dan punya nilai tambah. Saat ini dia juga sedang berusaha untuk mengakses pendanaan murah dengan negara lain seperti di UEA untuk pembiayaan proyek BUMN karya di luar negeri.

Dia menjelaskan istana Kepresidenan di Nigeria itu yang bangun BUMN karya asal Indonesia. "Tapi kalau kompetisi modal mahal, sama ketika ditugaskan bikin gerbong kereta ke Bangladesh. Nah itu fokus kita cari dana murah dari negara yang fundingnya kuat," jelas dia.

(kil/ara)