Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan fisik untuk 29.000 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) selesai pada Mei 2026.
"Ini bisa diselesaikan yang 29.000 sudah ada lahan segala macam, tadi sampai Mei-Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan," kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Zulhas mengatakan meski pembangunan fisik Kopdes ditargetkan rampung pada Mei-Juni 2026, namun pada tahapan ini tidak membuat seluruh koperasi terkait langsung beroperasi penuh. Sebab dibutuhkan waktu tambahan untuk pengisian dan pengadaan sarana pendukung, termasuk logistik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia harus ada isinya untuk pupuk kalau di desa, kemudian gas 3 kilogram, sembako, dan lain-lain, kendaraan dan seterusnya," papar Zulhas.
Menurutnya penyelesaian bangunan fisik ini menjadi sangat penting, sebab pemerintah berencana menjadikan setiap koperasi desa atau kelurahan sebagai pemasok bahan baku untuk program makan bergizi gratis (MBG). Selain itu badan usaha ini juga bisa menjadi penyerap produk-produk asli desa atau kelurahan tempatnya berada.
"Koperasi Desa Merah Putih ini akan men-supply SPPG. Koperasi Desa Merah Putih sendiri nanti akan menampung hasil dari offtaker dari hasil UMKM yang ada di desa. Jadi ini program Bapak Presiden itu satu dengan lain semua terkait," tegasnya.
Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih melaporkan, per hari ini Persero sedang mengerjakan 29.424 unit bangunan koperasi.
"29.424 yang sedang dibangun, yang sudah selesai 680," jawab Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, kepada wartawan.
Namun sedikit berbeda dengan Zulhas, Joao menargetkan pembangunan fisik untuk 29.000 Kopdes Merah Putih rampung pada April 2026 ini. Dengan begitu pihaknya dapat mengebut pembangunan gerai hingga gudang 80.000 koperasi di seluruh wilayah Indonesia.
"Harusnya per April ini selesai semua, 30.000 per April ini bisa selesai. Saya mau targetnya jadi bulan Juli bisa antara 60.000 sampai 70.000-80.000," terangnya.
Menurutnya yang terpenting saat ini untuk bisa mengebut pengerjaan fisik Kopdes Merah Putih adalah ketersediaan lahan atau tanah. Sebab jika di desa atau kelurahan itu sudah memiliki lahan yang bisa digunakan, pihaknya dapat langsung memulai proses konstruksi.
"Kita yang penting dikasih tanah, orang di kampung semua mau bangun. Desa mana saja kita bangun, yang penting dikasih tanahnya," tandas Joao.
Simak juga Video: Kopdes Merah Putih Dibentuk Agar Subsidi Tepat Sasaran
(igo/fdl)










































