Longsor Tebing di Aceh Tengah Meluas, Menteri PU Fokus Stabilkan Lereng

Longsor Tebing di Aceh Tengah Meluas, Menteri PU Fokus Stabilkan Lereng

Diffa Rezy - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2026 11:19 WIB
Longsor Tebing di Aceh Tengah Meluas, Menteri PU Fokus Stabilkan Lereng
Foto: Kementerian PU
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung penanganan longsoran tebing di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pada Februari lalu sekaligus arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan bencana dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, panjang badan jalan yang terdampak longsoran kini mencapai sekitar 175 meter. Sebelumnya, longsoran sempat berkembang secara progresif hingga sekitar 4 meter per hari akibat aliran air yang masuk ke rongga tanah di bawah permukaan.

Dody menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah teknis untuk menghentikan perkembangan longsoran dengan mengendalikan aliran air yang menjadi salah satu penyebab utama runtuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh teman-teman berdasarkan kajian teknis bersama tim pakar dari ITB dan Unsyiah. Tadi juga ada masukan dari Pak Bupati Bener Meriah yang kami minta tim untuk mengkaji lagi, salah satunya adalah kemungkinan pembangunan embung," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, indikasi awal meluasnya longsoran disebabkan oleh resapan air yang terus mengalir ke dalam rongga tanah. Pihaknya pun memprioritaskan stabilisasi kondisi di sekitar lokasi sebelum dilakukan penguatan permanen pada area tersebut.

ADVERTISEMENT

"Awalnya ada resapan air di bawah yang membuat lubang melebar. Bahkan sebelumnya sempat berkembang sampai sekitar empat meter per hari. Sekarang kita lihat sudah jauh berkurang karena saluran yang menuju ke lubang sudah mulai kering," jelasnya.

Seiring perkembangan longsoran, persimpangan menuju jalan detour pertama telah tergerus sehingga jalur tersebut tidak lagi dapat digunakan. Mobilitas masyarakat kini dialihkan melalui dua jalur alternatif lainnya, yakni detour kedua sepanjang sekitar 2,2 km dan detour ketiga sepanjang sekitar 5,3 km.

Kedua jalur tersebut telah ditangani sementara melalui perapihan badan jalan dan perkerasan menggunakan material sirtu sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Untuk memperkuat kajian teknis, Kementerian PU juga melakukan pengambilan data lapangan, seperti survei Lidar, pengeboran borelog di dua titik, survei geolistrik pada lima lintasan, georadar, serta pengamatan visual untuk memetakan kondisi geologi kawasan secara lebih detail.

Selain itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Satgas Percepatan Penanganan Bencana Alam Provinsi Aceh Kementerian PU turut berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk merelokasi saluran irigasi agar menjauh dari area longsoran sebagai upaya pengamanan kawasan.

Dalam kunjungan yang dilakukan pada Senin (9/3) tersebut, Dody menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan longsoran tebing tersebut, sehingga Kementerian PU saat ini difokuskan pada upaya stabilisasi dan penguatan lereng.

"Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi di sekitar longsoran benar-benar stabil dan aman. Kita tidak bisa memaksakan pekerjaan di titik lubang kalau masih ada potensi pergerakan. Karena itu fokus kita saat ini adalah mengurangi aliran air dan melakukan penguatan lereng terlebih dahulu, baru kemudian dilakukan penanganan permanen supaya longsoran tidak melebar lagi," pungkasnya.

Tonton juga video "Jembatan Rusak Akibat Banjir, Warga Aceh Aktivitas Pakai Perahu Karet"

(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads