AHY Mau Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Sebelum Lanjut Surabaya

AHY Mau Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung Sebelum Lanjut Surabaya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2026 11:09 WIB
AHY meminpin rapat koordinasi tingkat menteri membahas sistem transportasi nasional dan persiapan Nataru 2025/2026 di kantor Kemenko Infra, Jakarta, Jumat (19/12/2025). Jumlah perjalanan diprediksi mencapai 120 juta pada periode Nataru.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Foto: Andhika Prasetia/detikfoto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah belum mau buru-buru membahas pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Saat ini, yang mau difokuskan adalah penyelesaian restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terlebih dahulu.

Menurutnya, pembahasan restrukturisasi masih terus berjalan. Pembahasan itu dilakukannya oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Tahapan hari ini kita lakukan paralel. Pertama, restrukturisasi keuangan KCJB ini terus berprogres. Beberapa hari yang lalu saya melakukan rapat koordinasi dihadiri pula Menteri Keuangan Bapak Purbaya dan CEO Danantara Bapak Rosan Roeslani, termasuk jajaran lain, stakeholders lain yang terkait dengan upaya restrukturisasi KCJB," papar AHY di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, sebelum jauh bicara roadmap dan persiapan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, lebih baik masalah di proyek sebelumnya diselesaikan terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

"Mengapa ini penting? Karena sebelum kita mengembangkan roadmap lebih serius untuk memperpanjang atau mengembangkan Jakarta-Surabaya, bahkan bisa saja sampai dengan Banyuwangi seperti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas," ujar AHY.

Meski begitu, AHY menekankan pengkajian pengembangan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya tetap terus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang berada di bawah koordinasinya. Pemerintah, menurutnya percaya Kereta Cepat akan lebih efektif dirasakan manfaatnya jika lintasannya lebih panjang dari yang sudah ada sekarang.

"Yang jelas, semangatnya masih kita terus kelola dan terus kita kembangkan. Kementerian Perhubungan termasuk Direktorat Jenderal Kereta Api juga terus merumuskan bersama KAI dan lain-lain agar kereta cepat ini juga lebih efektif dirasakan manfaatnya itu jika track-nya panjang," sebut AHY.

Tonton juga video "AHY Bicara soal Nasib Proyek Kereta Cepat Whoosh Sampai Jawa Timur"

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads