Pemerintah Mau Bangun Water Taxi di Bali, Anggarannya Rp 1,21 Triliun

Pemerintah Mau Bangun Water Taxi di Bali, Anggarannya Rp 1,21 Triliun

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 13:37 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Pemerintah berencana membangun proyek transportasi laut berupa water taxi atau taksi perairan di Bali. Proyek ini ditargetkan masuk tahap konstruksi pada Agustus 2026 sebagai upaya mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan proyek water taxi dirancang sebagai moda transportasi berbasis laut yang menghubungkan sejumlah lokasi strategis dan destinasi wisata utama di Bali, termasuk dari kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu.

Dalam pelaksanaannya, saat ini PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang ditunjuk sebagai operator water taxi tengah menyusun studi pra-desain dan studi kelayakan. Tahapan tersebut menjadi dasar sebelum masuk ke penyusunan detail engineering design (DED).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini PT ASDP yang akan mengoperasikan water taxi sedang dalam proses usulan studi DED. Adapun pekerjaan konstruksi akan mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 hingga Juli 2027," kata Dudy dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan kebutuhan investasi awal untuk pembangunan proyek ini diperkirakan mencapai Rp 1,21 triliun. Di mana dengan adanya moda transportasi air baru tersebut, waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu via darat yang selama ini memakan satu sampai dua jam, dapat dipangkas menjadi 30 menit.

"Canggu termasuk tiga besar destinasi wisata dengan minat tertinggi baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara di Bali. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk menjamin keamanan pelayaran, Dudy mengatakan desain proyek transportasi air ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan penahan gelombang (breakwater), terutama di titik-titik dengan karakter perairan yang tergolong ekstrem seperti kawasan Pantai Sekeh di Bandara Ngurah Rai serta di Pantai Berawa, Canggu.

Dengan hadirnya water taxi, ia berharap mobilitas wisatawan dan masyarakat di Bali dapat lebih efisien, sekaligus mengurangi beban kemacetan di jalur darat yang selama ini menjadi persoalan utama.

"Langkah percepatan terus dilakukan, mulai dari penyelesaian studi hingga penyusunan desain teknis, agar implementasi proyek ini tepat waktu," pungkasnya.

Simak juga Video 'Locavore NXT di Ubud Masuk Daftar Restoran Terbaik Asia 2026':

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads