Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambangi lokasi kecelakaan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line rute Jakarta Cikarang.
Peristiwa kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin malam (27/4) pukul 20.52 WIB. Di lokasi Dudy melihat langsung kerusakan pada KRL maupun Argo Bromo Anggrek sekaligus memantau proses evakuasi.
Usai pengecekan Dudy menyampaikan rasa keperihatinan serta duka cita yang mendalam untuk korban yang meninggal dunia. Dudy juga berharap para korban luka juga diberikan kesembuhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Dudy menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara obyektif penyebab kecelakaan,"ujar Dudy di Lokasi Selasa dini hari (28/4/2025), lewat keterangan video Kementerian Perhubungan.
Dudy menambahkan peristiwa kecelakaan ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah dalam meningkatkan pelayanan terhadap penumpang kereta ke depan.
"Kejadian kereta ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus juga yang paling utama memberikan keselamatan kepada penumpang," tutur Dudy.
Berdasarkan data KAI, Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, penanganan difokuskan kepada penumpang KRL yang terdampak. Berdasarkan pembaruan data sementara hingga pukul 02.00 WIB, tercatat 4 orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan di sejumlah rumah sakit rujukan.
Penanganan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.
(hns/hns)










































