Bangun 5 Bendungan Rp 9 T, Prabowo Janjikan Produksi Beras 1 Juta Ton

Bangun 5 Bendungan Rp 9 T, Prabowo Janjikan Produksi Beras 1 Juta Ton

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 14:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat acara peresmian bendungan, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (YouTube Setpres RI)
Foto: YouTube Setpres RI
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sekaligus yang tersebar di empat provinsi hari ini. Nilai investasi lima bendungan ini mencapai Rp 9,79 triliun.

Adapun kelima bendungan tersebut yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali yang merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam pidatonya di Lombok, Prabowo mengatakan lima bendungan ini akan menggunakan teknologi yang tinggi. Alhasil, dia menyebutkan lima bendungan ini bisa membantu menghasilkan satu juta ton beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lima bendungan ini nanti dengan teknologi, benih terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Lima bendungan ini Rp 9,78 triliun," kata Prabowo dalam pidatonya yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

Prabowo mengungkapkan dia bersyukur dapat meresmikan bendungan tersebut sekaligus bertemu langsung dengan masyarakat NTB. Pasalnya kata Prabowo, masyarakat NTB yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.

"Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB, yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. Walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya. Rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB itu," kata Prabowo.

Sebagai informasi, Bendungan Meninting yang hari ini didatangi Prabowo dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El NiΓ±o dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang.

Dengan kapasitas kurang lebih 9,91 juta meter kubik dan luas genangan kurang lebih 46 hektare, bendungan ini mengairi 1.559 hektare lahan, menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik kurang lebih 10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.

Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam, serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp 4,6 triliun per tahun. Selain fungsi utama, bendungan juga berpotensi menjadi kawasan wisata air dan mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads