Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 29 Sep 2011 09:17 WIB

First Asia Capital: Sasar Saham Perbankan, Konsumer & Infrastruktur

- detikFinance
Jakarta - Pada perdagangan kemarin aksi beli masih berlanjut, meskipun diwarnai dengan aksi ambil untung para trader. IHSG kemarin ditutup di 3513,166 naik 39,228 poin atau 1,13%. Sejumlah saham unggulan masih menjadi penopang utama penguatan indeks, terutama dari emiten BUMN.

Asing kemarin kembali mencatatkan nilai pembelian bersih, mencapai Rp.252,28 miliar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin masih melemah tipis dari Rp.8915 menjadi Rp.8975/US dolar. Aksi beli tersebut sejauh ini masih bersifat technical rebound mengingat harga saham sudah terkoreksi dalam.

Sedangkan kondisi perekonomian domestik dan kinerja emiten sektoral diyakini masih tumbuh positif tahun ini. Pelaku pasar juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi window dressing menjelang tutup kuartal ketiga akhir pekan ini.

Namun faktor resiko relatif masih tinggi terutama berasal dari masih tidak menentunya perkembangan pasar global dan kawasan terkait krisis utang di zona Euro. Pada perdagangan kemarin di sejumlah bursa utama Eropa dan AS, indeks kembali terkoreksi akibat aksi ambil untung investor mengingat situasi perekonomian global yang masih beresiko.

Indeks saham sejumlah bursa utama Eropa kemarin ditutup melemah rata-rata di bawah 1%, kecuali FTSE London sebesar 1,44%. Sedangkan indeks DJIA dan S&P 500 di Wall Street tadi malam terkoreksi masing-masing 1,6% dan 2% setelah mengalami rally dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya. Pelemahan di Wall Street terutama dipicu oleh saham-saham materials dan energy setelah harga komoditasnya jatuh.

Harga minyak mentah di AS tadi malam ditutup melemah 3,8% ke posisi USD81,21/barrel. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Saham-saham pertambangan dan perkebunan diperkirakan akan kembali tertekan menyusul harga komoditasnya yang kembali melemah.

Pelaku pasar disarankan bisa menyasar saham-saham yang bergerak di sektor perbankan, barang konsumsi, dan infrastuktur apabila mengalami koreksi harga. Level resisten IHSG akan mencoba di level 3545 hingga 3590. Sedangkan support ada di rentang 3420-3466.

IHSG S1 3466 ; S2 3420 ; R1 3545 ; R2 3590

Pilihan saham :
Otomotive: ASII : 60700-63200 Buy on Weakness
Banking: BMRI : 6050-6400 Sell on Strength
BBNI : 3500 -3750 Buy on Weakness
Mining: BUMI : 1950-2125 Buy on Weakness
ADRO : 1620-1790 Buy on Weakness
Consumer Goods: INDF : 4600-4900 Sell on Strength
KLBF : 3075-3350 Buy on Weakness
Agriculture: SIMP : 1090-1180 Buy on Weakness
UNSP : 275-320 Buy on Weakness
Infrastructure: JSMR : 3800-4050 Sell on Strength
Cement Industries: SMGR : 8050-8450 Sell on Strength
INTP : 12400-14000 Buy on Weakness



(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com