Follow detikFinance
Senin 10 Apr 2017, 10:38 WIB

Asuransi Tambah Porsi Investasi Saham, Ini Dampaknya ke IHSG

Ellen May - detikFinance
Asuransi Tambah Porsi Investasi Saham, Ini Dampaknya ke IHSG Foto: Istimewa
Jakarta - Pada Kamis 6 April kemarin, militer Amerika meluncurkan 60 rudal tomahawk ke Suriah. Serangan ini menjadi serangan langsung pertama pihak Amerika kepada Pemerintahan Suriah. Hal ini juga menjadi perintah militer paling dramatis pertama yang diambil Donald Trump sejak memegang jabatan sebagai Presiden Amerika.

Dan akhirnya mengakibatkan harga komoditi minyak mencapai level tertingginya untuk bulan ini. Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 0,97% ke level US$ 52,24 per barel. Hal ini dapat berdampak positif terhadap saham di sektor minyak.

Selama 1 pekan kemarin, investor asing terus mencatatkan net buy sebesar Rp 3 triliun. Dengan adanya capital inflow dari investor asing, prospek IHSG ke depannya semakin cerah. Selain itu, ada institusi lain yang terus menambah porsi investasinya di pasar saham. Institusi apakah itu? Mari kita simak pembahasannya berikut ini.

Dalam asuransi, biasanya ada yang disebut dengan unit link, di mana uang nasabah yang tidak digunakan untuk membayar premi akan diinvestasikan oleh perusahaan asuransi agar dapat berkembang dan kedepannya digunakan untuk membayar premi kesehatan nasabah.

Biasanya perusahaan asuransi tidak menginvestasikan 100% dana nasabah di pasar saham, namun dibagi-bagi lagi ke instrumen keuangan yang lain, contohnya obligasi, surat utang negara, dll.

Nah berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2017, ternyata perusahan asuransi meningkatkan porsi investasinya di pasar saham menjadi lebih besar. Kenaikan pada 2 bulan pertama di 2017 ini adalah sebesar 19,45 % menjadi Rp 174,85 triliun dari sebelumnya Rp 146,38 triliun.

Dari sini kita dapat menghitung ada dana masuk ke pasar saham sebesar Rp 28 triliun. Hal ini merupakan sentimen positif untuk IHSG terus melanjutkan penguatannya menurun Rp 6000.

Peraturan Pemerintah Mendekati Ramadan

Ketika mendekati bulan ramadhan, biasanya yang terjadi adalah harga-harga bahan pokok mulai naik dan menjadi tidak terkendali. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan harga acuan untuk 7 komoditas pangan.

Di antaranya adalah beras, jagung, kedelai, gula, bawang merah, cabai, dan daging sapi. Dan rencananya pemerintah juga akan mengatur untuk harga acuan daging ayam dan telur.

Hal ini akan berdampak pada emiten-emiten di bidang poultry seperti CPIN, MAIN, dan juga JPFA.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed