Follow detikFinance
Kamis 13 Apr 2017, 08:41 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Rawan Profit Taking

Kiwoom Securities - detikFinance
Kiwoom Securities: IHSG Rawan Profit Taking Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dow Jones turun 0.3% ditutup pada level 20,591.8 kemarin. Bursa regional diperdagangkan negatif pagi ini mengikuti sentimen Dow. Penurunan Nikkei 1% pagi ini dipicu oleh sentimen apresiasi Yen. Candlestick IHSG membentuk pola bullish harami kemarin, namun posisi penutupan dekat level tertinggi sebelumnya berpotensi memicu aksi profit taking. Kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung negatif hari ini di tengah aksi profit taking investor menjelang libur panjang minggu ini.



IPO - PT Pelayaran Tamarin Samudera

PT Pelayaran Tamarin Samudera berencana menggelar IPO dengan menjual maksimum 1 miliar lembar saham (25% saham). Harga penawaran antara Rp 105 hingga Rp 170 per lembar saham sehingga perusahaan jasa penyewaaan kapal penunjang kegiatan lepas pantai industri migas ini akan meraih dana Rp 105 Miliar hingga Rp 170 Miliar. Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja seperti untuk pembiayaan cadangan peralatan dan perlengkapan kapal. Masa penawaran awal di mulai tanggal 13-19 April 2017 dan ditargetkan mendapat penyataaan efektif dari OJK pada 28 April. Masa penawaran ditargetkan pada 3-5 Mei dan pencatatan di BEI ditargetkan pada 10 Mei 2017. Perseroan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek.



AMRT - Emisi obligasi

PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) akan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap II sebesar Rp 3 Triliun. Seluruh dana obligasi akan digunakan untuk melunasi obligasi berkelanjutan I pada 2014 yang akan jatuh tempo pada Juni 2017. PUB tersebut mendapat peringkat AA- dari Fitch Ratings Indonesia. Adapun masa penawaran awal PUB akan dilakukan pada 12-28 April 2017, sedangkan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 17-18 Mei 2017 dan penerbitan obligasi (listing) di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 24 Mei 2017. Perseroan telah menunjuk PT BCA Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.



BBNI - Kinerja 3M 2017

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) membukukan kenaikan laba bersih 3M 2017 sebesar 8.5%Yoy menjadi Rp 3.23 Triliun Vs Rp 2.97 Triliun pada 3M 2016. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 13%Yoy menjadi Rp 8.14 Triliun dengan laba operasi naik 7%Yoy menjadi Rp 4.12 Triliun. Rasio CAR tercatat sebesar 19% pada 3M 2017 (19.87% pada 3M 2016) dengan NPL Gross 3.04% (2.84% pada 3M 2016), ROE 16.03% (17.89 pada 3M 2016), dan LDR 89.33% ( 87.97% pada 3M 2016).



PANR - Penjualan anak usaha ke JTB

PT Panorama Sentrawisata (PANR) resmi menjual 30.1% saham kepemilikan di PT Panorama Tours Indonesia kepada JTB Corporation pada akhir Maret lalu. Setelah menjual sebagian saham ke perusahaan asal Jepang, Panorama Tours Indonesia berubah menjadi PT Panorama JTB Tours Indonesia. PANR meraih Rp 370 Miliar dari transaksi ini dan PANR akan menggunakan dana tersebut untuk rencana ekspansi usaha atau memperkuat cadangan modal kerja. Melalui kerjasama dengan JTB, PANR ingin meningkatkan kapabilitas perusahaan ke pasar global. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed