Follow detikFinance
Selasa 22 Aug 2017, 08:59 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Mixed

Kiwoom Securities - detikFinance
Kiwoom Securities: IHSG Cenderung Mixed Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sebagian besar bursa Eropa diperdagangkan cenderung menurun. Dow Jones diperdagangkan mendatar, ditutup naik 29.2 poin pada level 21,703.7. Bursa regional diperdagangkan mixed cenderung menurun pagi ini ditengah sepinya sentimen penggerak pasar. IHSG turun kemarin dipicu aksi profit taking investor setelah candlestick IHSG membentuk pola inverted hammer hari Jumat. Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung turun hari ini.



IPO - PT Emdeki Utama

PT Emdeki Utama berencana menggelar IPO dengan menjual 500 juta saham (25% dari total modal disetor atau ditempatkan). Harga penawaran IPO berada di kisaran Rp 590-Rp 800 per saham sehingga perseroan akan meraih dana segar Rp 295 Miliar hingga Rp 400 Miliar. Sekitar 73.91% dana IPO akan digunakan untuk keperluan belanja modal dan sisanya untuk modal kerja dua pabrik dan produksi kalsium karbida. Dari total belanja modal sebesar 48.96% untuk membiayai pembangunan pabrik high-grade silica alloy (ferrosilicon) di Gresik dengan kapasitas produksi 6,500 ton hingga 7,500 ton per tahun dan 24.95% untuk membangun pabrik carbide desulphuriser. Masa penawaran awal berlangsung pada 21-31 Agustus 2017 dan perkiraan mendapatkan pernyataan efektif pada 11 September. Emdeki mengharapkan dapat mencatatkan saham di bursa pada 20 September. Perseroan menunjuk Yuanta Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.



IPO - PT PP Presisi

Anak perusahaan PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT PP Presisi, berencana menjual 35% saham melalui proses IPO dengan target perolehan dana mencapai Rp 3 Triliun. Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mendukung rencana investasi dan modal kerja. Manajemen PP Presisi menargetkan perolehan laba bersih mencapai kisaran Rp 250-300 Miliar tahun ini dan naik menjadi Rp 500 Miliar tahun depan. Proyeksi tersebut berdasarkan target perolehan pendapatan senilai Rp 2.5-3 Triliun tahun ini dan Rp 5 Triliun tahun depan.



BUKK - Fasilitas pinjaman

PT Bukaka Tekhnik (BUKK) mendapatkan fasilitas pinjaman senilai Rp 1.998 Triliun dari Lembaga Pembiyaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI). Sebagian besar dana tersebut atau setara dengan Rp 884 Miliar akan digunakan untuk mendanai pekerjaan steelbox girder bearing pad, dan ekpansi proyek pembangunan jalan tol Jakarta- Cikampek II. Penandatangan fasilitas pinjaman tersebut oleh perseroan dengan LPEI telah dilaksanakan pada 18 Agustus 2017. Perseroan mendapatakan fasilitas tersebut terdiri dari empat bagian, fasilitas pertama senilai Rp 884 Miliar, Fasilitas kedua Rp 234 Miliar yang digunakan untuk pengadaan dan pemasangan scarterred transmission, dan substassions Jakarta paket lima, fasilitas ketiga sebesar Rp 180 Miliar yang dialokasikan untuk pembiyaan pekerjaan pengadaan material tower 500 kilo volt(kV) transmisi 500 KV Sumatera, dan fasilitas keempat sebesar Rp 700 Miliar digunakan untuk penerbitan fasilitas jaminan pelaksanaan, jaminan uang muka, jaminan pemeliharaan pada proyek Tol Jakarta Cikampek II



TLKM & SUPR - Bantah rencana akuisisi

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membantah kabar rencana pembelian saham PT Solusi Tunas Pratama (SUPR) terkait bisnis menara yang dijalankan SUPR. TLKM akan fokus pada pengembangan bisnis menara telekomunikasi melalui anak perusahaan PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed