Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 08:22 WIB

OSO Securities: IHSG Bisa Tinggalkan Level 6.000

OSO Securities - detikFinance
OSO Securities: IHSG Bisa Tinggalkan Level 6.000 Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada hari Jumat kemarin (10/11), IHSG ditutup turun 0.34% ke level 6,021.83. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona merah, di mana sektor perdagangan dan industri dasar memimpin penurunan masing-masing 1.19% dan 0.90%. Beberapa saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya UNTR, TLKM, BBCA, INTP, dan GGRM.

Adanya aksi profit taking serta rilisnya beberapa data ekonomi yang di bawah ekpektasi turut menjadi pemberat indeks. Koreksi tersebut merupakan hal yang wajar pasca tembusnya rekor tertinggi baru sebanyak dua kali.

Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 1.21 triliun. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 0.20% ke level Rp 13,543.

Sementara itu, indeks utama AS ditutup flat pada akhir pekan kemarin (10/11). Indeks Dow Jones turun tipis 0.17% ke level 23,422, S&P melemah 0.09% ke level 2,582, dan Nasdaq menguat terbatas 0.01% ke level 6,750. Meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar atas ketidakpastian Reformasi Pajak yang telah dijanjikan Presiden Trump menjadi salah satu sentimen negatif. Komite anggaran menyebutkan bahwa langkah pemotongan pajak tersebut akan membuat defisit anggaran semakin lebar atau naik USD 1,5 triliun. Hal ini menjadi penghambat terlaksananya pemotongan tarif pajak yang telah lama dinantikan.

Adapun dari pasar komoditas, harga minyak mentah turun 0.23% ke level USD 56.90 perbarel seiring meningkatnya jumlah rig minyak AS.

Secara teknikal Stochastic dan RSI bergerak menuju area netral serta IHSG bergerak turun dengan volume turun. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah di kisaran 5.996-6.045. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed