Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Okt 2018 08:50 WIB

OSO Securities: IHSG Diperkirakan Menguat ke 5.832-5.908

OSO Securities - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pada perdagangan kemarin (17/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat sebesar 1,17% ke level 5.868,62. Sembilan dari 10 indeks sektoral terakhir dalam zona hijau, di mana sektor infrastruktur dan perkebunan memimpin penguatan masing-masing sebesar 2,71% dan 1,53%. Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya: BBRI, TLKM, INKP, GGRM, MAYA.

Penguatan pada indeks salah satunya didorong oleh kembali terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,34% ke level Rp 15.150.

Sementara itu Kementerian Keuangan mencatat penerimaan perpajakan hingga akhir September 2018 telah mencapai Rp 1.024 triliun, perolehan tersebut tumbuh 16,5% dibandingkan September 2017. Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) sebesar Rp 526 miliar.


Sementara itu, indeks utama bursa saham AS ditutup dalam zona merah pada perdagangan hari Rabu (17/10). Indeks Dow Jones melemah 0,36%, S&P turun 0,03%. dan Nasdaq tertekan 0,04%.

Penurunan tersebut terjadi dikarenakan kekhawatiran pelaku pasar yang meningkat seiring dengan pernyataan Federal Reserve yang lebih hawkish terkait kenaikan suku bunga. Hal tersebut didorong oleh ekspansi perekonomian AS, tingkat inflasi dan data tenaga kerja yang meningkat.

IHSG ditutup menguat sebesar 1,17% ke level 5.868. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic bullish, MACD histogram bergerak ke arah positif dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak menguat terbatas dengan pergerakan di kisaran 5.832-5.908. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed