Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Des 2018 08:45 WIB

Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan kemarin. IHSG ditutup pada level 6.147,88 (-0,46%). Pelemahan didorong oleh sektor keuangan (-1,12%) dan industri dasar (-1,31%).

Pergerakan dipengaruhi penentuan suku bunga The Fed yang naik 25 basis poin (bps) dan 7 days reverse repo rate Bank Indonesia (BI) yang tetap di level 6%

Sedangkan bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 22.859,60 (-1,99%), NASDAQ ditutup 6.528,41 (-1,63%), S&P 500 ditutup 2.467,42 (-1,58%). Bursa saham US melanjutkan pelemahan setelah The Fed meningkatkan suku bunga untuk mengurangi neraca dari The Fed sendiri.

Selain itu investor cemas akan tutupnya pemerintahan AS setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa beliau tidak akan menandatangani tagihan pemerintah bila pendanaan tembok perbatasan tidak disetujui oleh senat.

Menteri Pertahanan AS James Mattis ingin mengundurkan diri pada Februari karena tidak setuju terhadap keputusan Presiden Trump. Hal tersebut memberikan tekanan kepada US secara internal.

IHSG diprediksi menguat dengan resistance 6.167-6.187 dan support di 6.091-6.119. IHSG pagi ini diprediksi menguat. Penguatan didorong optimisme investor setelah BI menahan kenaikan 7 days reverse repo rate di level 6% di mana pada November sebelumnya sudah naik terlebih dahulu mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed. Rentang penguatan cukup terbatas melihat pergerakan mendekati resistance upper Bollinger band. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed