Follow detikFinance
Jumat 15 Sep 2017, 19:15 WIB

Top-Up e-Money Kena Biaya, Ini Tanggapan Otoritas Jalan Tol

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Top-Up e-Money Kena Biaya, Ini Tanggapan Otoritas Jalan Tol Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pengisian ulang uang elektronik bakal dikenakan biaya tambahan. Bank Indonesia (BI) akan segera mengeluarkan aturan terkait kebijakan tersebut, dimana besarannya akan berkisar antara Rp 1.500-2.000.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menilai hal tersebut sebagai kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan bisnis perbankan yang selama ini terbebani dalam memproduksi kartu atau uang elektronik tersebut.

Meski demikian, menurutnya penggunaan uang elektronik pada prinsipnya harusnya semakin dipermudah, dan berharap tidak justru menambah beban ke masyarakat.

"Saya sih melihatnya harusnya memang dipermudah. Sebagai pengguna, saya sih inginnya jangan ditambah bebannya," katanya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

"Tapi bank memang mencoba mengatur, meregulasi, sehingga ini bisa sustain. Tapi sebaiknya memang ya dipermudah. Memang perlu diatur bagaimana mekanisme pengenaannya. Ini tinggal pembebanannya ke mana," tambahnya.


Herry sendiri berpendapat sebagai pengguna, isi ulang uang elektronik harusnya bisa gratis saja. Namun demikian, jika pun dibebankan kepada masyarakat harus berdasarkan penghitungan yang matang.

"Sebaliknya demikian (gratis). Kalau pun ada jangan sampai membebani masyarakat," pungkasnya.

Penggunaan uang elektronik sendiri saat ini sudah semakin meluas. Penggunaan elektronik saat ini telah dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan sosial, transaksi di gerbang tol hingga pembayaran angkutan umum seperti KRL dan TransJakarta. Bahkan kebijakan pemerintah saat ini, dalam mendukung gerakan nasional non tunai (GNNT), pada 31 Oktober 2017 nanti transaksi di gerbang tol wajib menggunakan uang elektronik. (eds/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed