Follow detikFinance
Senin 18 Sep 2017, 11:49 WIB

Isi Ulang e-Money di Negara Lain Kena Biaya Enggak Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Isi Ulang e-Money di Negara Lain Kena Biaya Enggak Ya? Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Aturan terkait biaya isi ulang e-Money segera dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). BI menyebut, fee dari isi ulang tersebut akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur sampai memperbanyak tempat isi ulang.

Bagaimana di negara lain yang menggunakan uang elektronik, apakah saat isi ulangnya dikenakan biaya?

detikFinance coba menghimpun informasi terkait e-Money yang ada di sejumlah negara, dikutip dari berbagai sumber, Senin (18/9/2017).

Octopus Card, Hong Kong
Kartu pintar ini diterbitkan pada 1997 tujuan awalnya, digunakan sebagai alat pembayaran di sektor transportasi atau mass transit system.

Mengutip laman resmi octopus.com.hk, kartu ini merupakan kartu kedua yang menggunakan sistem contactless smartcard yang menyematkan teknologi Near field communication (NFC) dan FeliCa setelah Korean Upass.

Dari laman resmi, ada empat metode isi ulang yang bisa digunakan untuk Octopus Card ini, mulai dari menggunakan uang cash, menggunakan O!ePay, menggunakan spare coin dan isi ulang saat berbelanja. Namun tidak ada bagian yang menginformasikan jika isi ulang dikenakan biaya atau fee.

Saldo maksimal yang bisa masuk ke Octopus Card adalah HK$ 1.000. Kartu ini bisa digunakan untuk Mass rapid transit (MTR), MTR Light Trail, Hong Kong Tramways, MTR Bus, Citybus, Kowloon Motor Bus, Long Win Bus, New Lantao Bus, New World First Bus, Star Ferry, New World First Ferry, Coral Sea Ferry, Hong Kong and Yaumati Ferry dan Fortune Ferry.

Octopus Cards Limited, sebagai operator telah menerbitkan 20 juta kartu beredar hampir 3 kali lebih besar dari jumlah penduduknya. Kemudian hampir 95% populasi di Hong Kong usia 16 tahun - 65 tahun setiap harinya menggunakan OctopusCard dan menyumbang 12 juta transaksi dengan nilai HK$130 juta.

Oyster Card, Inggris
Pertama kali diterbitkan pada 2003 dengan fasilitas Travelcards. Saat itu hanya diterima di London Underground dan National Rail services. Namun pada 2006 Departemen transportasi menyetujui untuk berinvestasi sebanyak £ 20 juta untuk menginstall sistem dan menerima Oyster sebagai alat pembayaran di seluruh Inggris Raya.

Pada 2009, Departemen mewajibkan pembayaran menggunakan smartcard. Untuk mempermudah masyarakat dalam bertransaksi.

Dari laman visitlondon.com Oyster Card terbagi dua yakni untuk warga Inggris dan untuk turis. Harga Oyster card dibanderol £5 per kartu namun bisa di-refund dan bisa diisi ulang. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk isi ulang kartu ini.

Suica, Jepang
Suica adalah salah satu kartu prabayar multifungsi yang ada di Jepang. Kartu ini diterbitkan pada November 2001 di Kanto region bagian timur stasiun Sendai dan Niigata.

Pada 2010 kartu ini diterima menjadi uang elektronik dan bisa digunakan sebagai alat pembayaran di toko. Kartu ini dijual dengan harga 2.000 yen dengan deposit 500 yen bisa diambil kembali. 1.500 yen bisa digunakan untuk naik kereta dan transportasi lain.

Mengutip japanstation.com nominal isi ulang tersedia mulai dari 500 yen, 1,000 yen, 2,000 yen, 3,000 yen, 4,000 yen, 5,000 yen, and 10,000 dengan maksimum 20.000 yen dan bisa diisi ulang di vending machine yang tersedia. Tidak ada biaya top-up untuk kartu ini.


(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed