Follow detikFinance
Kamis 07 Dec 2017, 18:44 WIB

Pedagang Dibebankan Biaya Debit, Ombudsman: Bisa Bebani Konsumen

Danu Damarjati - detikFinance
Pedagang Dibebankan Biaya Debit, Ombudsman: Bisa Bebani Konsumen Foto: Tim Infografis, Mindra Purnomo
Jakarta - Dalam sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), ada aturan Merchant Discount Rate (MDR) yang mensyaratkan adanya biaya yang wajib dibayar bila transaksi kartu debit menggunakan mesin electronic data capture (EDC). Biaya itu memang tak dibayarkan konsumen ke bank, melainkan dibayarkan pedagang (merchant) ke bank.

Namun, sistem yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) itu berpotensi bisa merugikan konsumen. Tentu pihak pedagang yang harus membayar biaya transaksi debit ke bank tak mau rugi, akhirnya mereka mencari jalan keluar menutup biaya dengan membebankannya ke konsumen.

"Sekarang dipungut biaya walaupun biaya itu dibebankan kepada pengusaha. Ujung-ujungnya nanti pengusahapun akan membebankan kepada konsumen, walaupun tidak kelihatan, yaitu dengan dibebankan masuk dalam komponen harga," kata anggota Ombudsman Rai, Alvin Lie Ling Piao.

Dia menyatakan hal itu di depan wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/12/2017). Dia menilai aturan BI itu meresahkan sekaligus ironis.

"Ini mengenai izin dari Bank Indonesia untuk bank-bank memungut biaya dari transaksi kartu debit. Ini tentunya meresahkan masyarakat," kata dia.

BI sebagai otoritas sistem pembayaran memberlakukan aturan baru pengenaan merchant discount rate (MDR) untuk penggunaan mesin electronic data capture (EDC) on us dikenakan 0,15% misalnya, kartu debit BCA digunakan pada EDC BCA. Sementara itu, untuk transaksi off us, misalnya kartu debit BCA digunakan pada mesin EDC BNI, akan dikenakan MDR 1%.

"Ini dapat menghambat program pemerintah untuk mewujudkan cashless society atau transaksi tanpa uang tunai. Ini merupakan tambahan beban biaya," kata dia berkomentar.

Alvin menyebutkan Australia, India, dan Inggris sudah menghapuskan biaya kartu debit. "Tapi di Indonesia justru mengenakan biaya baru," katanya.

Seharusnya teknologi membuat kehidupan makin mudah, murah, dan cepat. Namun ini membuat kehidupan jadi mahal dan sulit. Ombudsman ingin membahas masalah ini dengan pihak konsumen, pengusaha, dan BI. (dnu/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed