Follow detikFinance
Selasa 13 Feb 2018, 13:58 WIB

Tabungan Terkuras Gara-gara Kena Skimming? Cegah Pakai Cara Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tabungan Terkuras Gara-gara Kena Skimming? Cegah Pakai Cara Ini Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Beberapa hari lalu seorang nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) kehilangan uang di rekening secara misterius sebesar Rp 18 juta. Pihak BRI menyatakan kejadian tersebut terindikasi skimming dan saat ini BRI sudah menyelesaikan masalah tersebut.

Lalu bagaimana caranya untuk menghindari kejahatan skimming ini?

Digital Forensic Analyst Ruby Alamsyah menjelaskan nasabah bank yang aktif menggunakan layanan digital, harus memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi. Hal ini agar terhindar dari 'pencurian' uang di rekening menggunakan skimming.

Pertama, nasabah harus aktif melakukan pemeriksaan histori atau sejarah transaksi yang dilakukan. Misalnya rajin memeriksa mutasi rekening baik di mesin ATM, internet banking hingga mobile banking.

"Pengecekan histori transaksi harus sering dilakukan, karena jika kita tahu ada transaksi mencurigakan bisa langsung dilaporkan," kata Ruby saat dihubungi detikFinance, Selasa (13/2/2018).

Kedua, aktifkan notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS. Biasanya, notifikasi ini bisa diset oleh nasabah misalnya untuk transaksi di atas Rp 1 juta maka bank akan menginformasikan kepada nasabah.

Ketiga, jika bertransaksi di mesin ATM, lebih baik di mesin yang ada di tempat ramai atau di kantor cabang bank. Menurut dia ini meminimalisir pelaku kejahatan untuk memodifikasi mesin ATM.


"Biasanya pelaku skimming itu tidak pasang alat di mesin ATM yang tempatnya ramai, jadi supaya aman bisa transaksi di ATM kantor cabang saja," ujar dia.

Keempat, sebelum bertransaksi di mesin ATM perhatikan apakah ada hal-hal yang mencurigakan. Misalnya pada mulut pembaca kartu harus diperhatikan dengan seksama.

"Bisa dilihat ya di mulut tempat masuk kartu, kalau ada alat tambahan yang mencurigakan, misalnya bisa digoyang-goyang itu langsung laporkan saja ke bank. Biasanya pelaku hanya pakai double tape untuk menempel," imbuh dia. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed