Follow detikFinance
Senin 20 Feb 2017, 13:31 WIB

Mandiri Capital Suntik Rp 26 M ke Sturtup Fintech

Fadhly F Rachman - detikFinance
Mandiri Capital Suntik Rp 26 M ke Sturtup Fintech Foto: Fadhly F Rachman-detikFinance
Jakarta - Guna mengembangkan dunia usaha start up di Indonesia, PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) memberikan bantuan investasi ke beberapa perusahaan start up (perusahaan rintisan) berbasis financial technology (fintech/teknologi sektor keuangan).

Direktur Keuangan MCI, Hira Laksamana mengungkapkan, potensi pertumbuhan startup yang sangat besar menjadi satu alasan utama pihaknya menggelontorkan dana kepada para pelaku usaha rintis. Dalam periode ini, Hira menyebutkan MCI akan fokus pada investasi di startup yang bergerak di bidang teknologi finansial.

"Perusahaan patungan atau modal ventura yang juga anak perusahaan Bank Mandiri, dengan total modal Rp 550 miliar, pada tahun ini menargetkan investasi kepada 8 hingga 10 perusahaan rintis atau startup," kata Hira di Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Sejak berdirinya MCI sendiri, Hira mengatakan, pihaknya telah melakukan investasi di 4 perusahaan startup. Namun demikian, ia belum bisa menyebut berapa total dana yang telah diinvestasikan.

Salah satu perusahaan startup yang telah diberikan investasi sendiri ialah MOCA, yakni perusahaan startup yang bergerak di bidang Point of Sales (POS).

"Kami akan memprioritaskan startup yang bergerak di teknologi keuangan dalam memberikan injeksi. Pasalnya, ke depan teknologi keuangan, terutama sistem pembayaran universal, akan menjadi industri unggulan menyikapi perkembangan perdagangan elektronik," kata Hira.

"Pada tahun ini pendanaan investasi sebesar US$ 2 juta (Rp 26 miliar) untuk perusahaan rintis atau startup MOCA POS yang bergerak di bidang teknologi keuangan khususnya POS," sambung dia.

Pada kesempatan yang sama, Chief Eksekutif Officer (CEO) MOCA, Haryanto Tanjo mengungkapkan, MOCA sendiri telah digunakan lebih dari 2.500 toko di Indonesia. Dengan menggunakan MOCA, para pelaku usaha dapat lebih efisien dalam melakukan berbagai transaksi dengan customer, karena menggunakan sistem.

"Bisnis yang masih tradisional, kendalanya adalah manual reporting. Jadi setelah toko tutup, pemilik toko harus merekap transaksi di hari itu. Berapa omsetnya? Apa saja yang terjual? Harus sesuaikan bon dan kas yang terkumpul, dan itu sangat memakan waktu dan bisa memakan kesalahan dan kecurangan," kata dia.

"Lalu inventory management. Tidak bisa kontrol stok. Kalau stok habis, bisa loss revenue, itu akan merugikan. Itu buat bisnis terhambat. Tidak ada data. Padahal data sangat berguna. Tanpa sistem pengusaha tidak tau barang apa yang paling laku, jam berapa banyak pengunjung datang," sambungnya.

Lebih lanjut Haryanto menjelaskan, jika bisanya pelaku usaha banyak menghabiskan waktunya untuk urusan administratif, maka dengan menggunakan aplikasi MOCA, maka semua hal tersebut dapat diatur oleh sistem.

"Di sini kami punya misi sistem kasir mudah ke semua pemilik usaha. Ini hanya cukup unduh aplikasi. Tidak perlu beli mesin kasir yang mahal. Pemilik usaha bisa memonitor usaha secara real time," kata dia.

Nantinya, kata Haryanto, MOCA juga akan memberikan alat transaksi pembayaran mPOS, sehingga pelaku usaha bisa menerima pembayaran dari konsumen melalui kartu debit, maupun kartu kredit. Para pelaku usaha perlu membayar mensin tersebut sebesar Rp 2 juta.

"Ini adalah solusi yang sangat inovatif untuk empower pemilik usaha, supaya mereka bisa menerima pembayaran debit atau karti kredit Dengan mPOS. Moca kerja sama dengan Mandiri supaya kita memberi akses supaya kita bisa menerima pembayaran itu. Moca berperan sebagai fasilitator, kita memberikan mesin mPOS. Itu perlu membayar Rp 2 juta tapi untuk langganan software-nya hanya Rp 250 ribu/bulan," tutup dia. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed