Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Feb 2017 14:49 WIB

Startup Digital Menjamur, Transaksi Non Tunai Makin Marak

Fadhly F Rachman - detikFinance
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra) Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Perusahaan start-up berbasis teknologi kian menjamur di Indonesia, mulai dari sektor jasa, e-commerce (jual-beli), hingga financial technologi (Fintech). Transaksi non tunai pun banyak dilakukan.

Direktur Keuangan PT Mandiri Capital Indonesia, Hira Laksamana mengatakan, semakin lama, masyarakat akan mulai meninggalkan transaksi tunai dan lebih memilih transaksi non tunai yang lebih efisien, contohnya dalam transaksi ke perbankan.

"Orang sekarang sudah jarang sekali ke bank, orang semakin malas ke bank, studi kita mengatakan untuk ke depannya, masyarakat itu lebih butuh banking services. Kalau kalau bicara banking services kita ada dua, ada transaksi dan produknya," kata Hira di Rumah Mandiri Inkubator Bisnis, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Hira menjelaskan, di generasi milenial ini orang-orang lebih memilih untuk menggunakan sistem transaksi pembayaran yang lebih efisien dan lebih modern. Pilihan untuk bertransaksi di cabang-cabang perbankan pun mulai berkurang.

"Dari sudut pandang transaksi, kita lihat dari tahun ke tahun, year on year, 5 tahun terakhir, jumlah orang yang bertransaksi di cabang, artinya orang yang benar-benar ke bank secara fisik, itu kalah jauh percepatannya denhan orang-orang yang melakukan transaksi, baik di ATM, internet banking, atau mobile banking. Jadi kami melihat, dari sudut pandang itu," terang dia.

"Di Bank Mandiri sendiri, kita juga melihat trennya. Jumlah transaksi mobile dari internet banking itu jauh lebih besar dan lebih cepat dari pada transaksi yang dilakukan di cabang. Itu juga yang mendasari di tahun 2017, Bank Mandiri membatasi pembukaan cabang secara fisik. Lebih mengembangkan cabang digital. Trennya lebih ke digital," sambungnya.

Dari situ lah, kata Hira, Bank Mandiri kini akan lebih berfokus untuk mengedepankan layanan transaksi non tunai yang menjadi pilihan favorit saat ini. Hira mengatakan, Bank Mandiri akan lebih mengembangkan cabang digitalnya, dengan menggaet perusahaan-perusahaan start-up yang bergerak di bidang pembiayaan.

"Kami juga melihatnya generasi milenial umur 20-25, mereka-mereka ini bukan prime customer bank mandiri saat ini. Namun kami percaya bahwa di 5-10 tahun ke depan, generasi milenial ini yang setiap hari mainannya sudah handphone transaksi juga lewat handphone dan lainnya, kalau kita enggak grab segmen nasabah ini kita akan ketinggalan juga," terang dia.

"Di 5-10 tahun ke depan, mungkin saingan Bank Mandiri, ASEAN ini bukan Bank DBS, Bank UOB, Bukan CIMB. Tapi seperti Alibaba, yang sedikit banyak pasti akan ambil pangsa pasarnya bank, dalam hal ini Bank Mandiri juga. Sebelum itu terjadi, kita ingin tangkap peluang itu, jadi kalau ada start-up digital, financial teknologi, kami sangat tertarik," paparnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed