Mengapa Orang RI Suka Tarik Tunai Pakai Kartu Kredit?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 09 Mei 2017 17:22 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Jumlah transaksi belanja masyarakat menggunakan kartu kredit dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, termasuk fasilitas tarik tunai. Fasilitas ini berbeda dengan gesek tunai (gestun) yang beberapa waktu lalu sempat ramai.

Mengapa orang Indonesia sering tarik tunai di ATM menggunakan kartu kredit?

Berdasarkan statistik sistem pembayaran di bagian alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) volume transaksi tarik tunai terus mengalami peningkatan. Sebut saja pada 2013 volume transaksi mencapai 3,4 juta kali, kemudian tahun berikutnya atau 2014 3,7 juta transaksi.

Memasuki 2015 terjadi peningkatan yang signifikan yakni 6,6 juta transaksi. Kemudian pada 2017 tercatat 7,3 juta transaksi.

Sedangkan dari sisi nominal, pada 2013 tercatat ada Rp 4,3 triliun uang yang ditarik oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas tarik tunai ini. Pada 2014 tarikan tunai mencapai 4,8 triliun.

Lalu di periode 2015 tercatat ada Rp 7,4 triliun uang tunai yang digunakan masyarakat melalui kartu kredit. Sedangkan pada 2016 jumlah tarikan tunai tercatat Rp 8 triliun.

Mengutip persyaratan dan ketentuan kartu kredit Bank CIMB Niaga. Fasilitas tarik tunai hanya diberikan kepada pemegang kartu yang sudah menggunakan personal identity number (PIN).

Kemudian untuk pertimbangan keamanan bagi pemegang kartu, bank menetapkan batas penarikan tunai termasuk pembatasan lain terkait dengan transaksi penarikan tunai sesuai dengan kebijakan bank.

Rata-rata bank mengenakan bunga 6% untuk transaksi penarikan tunai kartu kredit di ATM dan ada biaya sekitar Rp 50 ribu - Rp 60 ribu untuk sekali penarikan.

General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan, kenaikan transaksi tersebut kemungkinan terjadi karena kebutuhan pengguna kartu kredit yang mendesak.

Dia menjelaskan, sebenarnya fasilitas tarik tunai diberikan untuk memberikan kemudahan bagi pemegang kartu yang bepergian namun dalam keadaan darurat.

"Misalnya ketika pemegang kartu ke luar negeri dan perlu uang tunai, dia bisa memanfaatkan fasilitas ini," kata dia saat dihubungi detikFinance, Selasa (9/5/2017) (ang/ang)