Follow detikFinance
Rabu 17 May 2017, 16:42 WIB

Image Koperasi Rusak Gara-gara Banyak Kasus

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Image Koperasi Rusak Gara-gara Banyak Kasus Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Banyaknya kasus yang melibatkan koperasi membuat image lembaga keuangan tersebut tercoreng. Pemerintah harus bisa memulihkan citra koperasi supaya kembali seperti dulu lagi.

"Nah image ini mungkin yang membuat tingkat kepercayaan jadi rendah, kami akan sosialisasi jika koperasi bisa dikelola dengan baik maka diharapkan kepercayaan masyarakat bisa meningkat," kata Asisten Deputi Pembiayaan Syariah Kemenkop, Munawaroh, di Workshop Nasional Inklusi Keuangan di Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Hal ini berujung kepada sulitnya koperasi untuk mendapatkan simpanan dari anggota dan masyarakat alias tidak seimbang. Seharusnya simpan-pinjam, sekarang ini banyak koperasi yang pinjam-pinjam.

Dia mencontohkan, kegiatan ini terjadi di daerah-daerah pedesaan. Menurut dia ada sekitar 50% koperasi yang masih belum lancar menarik dana simpanan dari nasabah.

Per kuartal I-2017, berdasarkan data Kemenkop UKM, jumlah koperasi di seluruh Indonesia tercatat 212 ribu unit, namun yang aktif hanya 150 ribu unit. Ini artinya masih ada 75 ribu yang masih menjadi koperasi pinjam-pinjam bukan koperasi simpan-pinjam.

Menurut dia, koperasi yang tidak mendapatkan dana dari anggota ini, mencari pinjaman dari bank. Ini tidak efisien karena dana yang mereka miliki memiliki bunga yang tinggi.

Akibatnya, bunga pinjaman yang disalurkan juga menjadi tinggi bahkan bisa di atas 20%, ini berpotensi menyebabkan gagal bayar dan mengganggu arus kas koperasi.

"Mungkin nasabahnya ragu-ragu, sekarang malah banyak koperasi yang tidak mendapatkan tabungan, tapi banyak yang menyalurkan pinjaman, mereka dapat uang dari bank, jadilah bunga pinjamannya tinggi," ujar Munawaroh

Menurutnya, koperasi seharusnya bisa menyeimbangkan antara simpanan dan pinjaman. Karena itu literasi keuangan juga diharapkan bisa membantu agar masyarakat anggota koperasi bisa lebih banyak menyimpan dana di sana.

Kemenkop UKM akan menggandeng lembaga literasi keuangan seperti Mercy Corps untuk membantu sosialisasi jika koperasi adalah lembaga yang bisa dijadikan tempat menabung, tidak hanya meminjam.

Literasi Keuangan Lewat Media Digital

Digitalisasi dinilai menjadi cara yang paling tepat untuk memberikan informasi untuk masyarakat. Termasuk informasi terkait keuangan.

Citi Indonesia melalui Citi Peka (Peduli dan BerKarya) bersama Mercy Corps Indonesia menyelesaikan program Financial Education and Empowerment goes Digital and Mobile (FEED Mobile) kepada petani dan pengusaha mikro kecil di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan Workshop Nasional Inklusi Keuangan.

Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N Makki mengatakan, program ini menjangkau penerima manfaat dengan jumlah melebihi target karena pendekatan digital yang dilakukan. Digitalisasi merupakan tren yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan dunia.

"Selain menerapkan digitalisasi sebagai fokus bisnis Citi, hal ini juga kami implementasikan ke dalam kegiatan kemasyarakatan yang kami lakukan termasuk program FEED Mobile ini," ujar Elvera.

Kemudian dari program ini diharapkan meningkatkan pertanian dan produktivitas perdagangan serta mengembangkan aset para petani dan pengusaha mikro-kecil sehingga kesejahteraan ekonomi para petani.

Dia menyebutkan FEED Mobile menggunakan 2 metode yaitu pelatihan tatap muka dan penggunaan kanal digital sebagai alat pendukung. Sementara aplikasi PEKA Android dan PEKA SMS berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi, artikel, tips, anjuran pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha, serta sarana interaksi antar penyebaran informasi, artikel, tips, anjuran pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha, serta sarana interaksi antar pengguna.

Melalui pendanaan dari Citi Foundation, progran FEED mobile telah berhasil menjangkau 12.950 penerima manfaat yang telah dilatih dalam literasi keuangan dan pengembangan usaha. Di mana 3.477 total penerima manfaat yang telah dapat mengakses tabungan atau produk keuangan dari lembaga keuangan formal yang sesuai kebutuhan.

Agriculture and financial sevices program director, Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan mengatakan pembelajaran yang diberikan diharapkan bisa mendukung pencapaian target Strategi Nasional Keuangan Inklusi, serta upaya peningkatan dan pengembangan usaha mikro kecil secara umum.

Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eko Ariantoro mengatakan, program digital ini diharapkan bisa memberikan pendidikan keuangan dan mengembangkan potensi pengusaha mikro-kecil di Indonesia. Khususnya masyarakat di Indramayu, Jawa Barat. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed